Minggu, 24 April 2011

UPT DISDIKPORA BANYUPUTIH GELAR DIKLAT KOMPUTER TINGKAT LANJUTAN


Dibawah naungan UPT Disdikpora Banyuputih dan Gugus Diponegoro, SD Negeri Bulu 01 pada tanggal 18 Oktober 2010 lalu menggelar Diklat Komputer tingkat lanjutan. H.M Untung, S.Pd selaku Ketua penyelenggara kepada tim liputan JPBB memaparkan, bahwa acara pembukaan diklat ini dihadiri oleh 68 peserta, yang terdiri tamu undangan dari Disdikpora Kabupaten Batang, UPT Disdikpora Banyuputih, Kepala Sekolah se kecamatan Banyuputih dan peserta diklat.

”Diklat yang diadakan hari ini adalah tindak lanjut dari diklat yang pertama pada bulan Desember 2009 lalu. Istilahnya workshop berkelanjutan. Kegiatan ini kami selenggarakan karena melihat animo yang ada, dan kedepannya kami akan menyelenggarakan diklat-diklat yang selanjutnya”, tegasnya.

Menurut H.M Untung yang juga kepala sekolah SD Negeri Bulu 01 ini menegaskan, bahwa saat ini pihaknya sudah memenuhi fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan diklat, diantaranya 20 unit komputer dan jaringan internet telah disediakan.

“Kami merasa bangga bisa menyelenggarakan kegiatan ini. Untuk itu, kami berkomitmen untuk selalu melengkapi fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Adapun peserta diklat komputer tingkat lanjutan kali ini berjumlah 48 orang, terdiri dari 2 kepala sekolah dan 46 guru. Tahun lalu ada 25 orang. Sehingga yang telah mengikuti diklat yang ada di kecamatan Banyuputih berjumlah 71 orang. Dalam hal ini, bila di kecamatan Banyuputih ada 180 guru dan kasek, berarti sudah ada 35 % yang sudah menguasai ICT tingkat dasar, yakni microsoft word, exel dan power point. ”, imbuhnya.

Melihat animo peserta yang ada untuk menambah ketrampilannya, pihak penyelenggara berinisiatif untuk menyelenggarakan diklat tingkat lanjutan. Dan bagi rekan-rekan guru di kabupaten Batang yang berminat, bisa menghubungi sekretariat di SD Negeri Bulu 01 UPT Disdikpora Banyuputih atau melalui H.M Untung (HP : 081542377256).

“Kedepannya juga ada pelatihan lanjutan untuk kelas 2, yakni program photoshop, edit video dan program Nerro. Dan juga akan membuat kelas 3, yakni pelatihan pembuatan web site, blogspot dan pembuatan situs2 internet lainnya. Dan nantinya akan mendatangkan instruktur magister dari Unnes. Kegiatan ini juga untuk mendukung kegiatan program mitra bermutu KKKS dan KKG se kecamatan Banyuputih. Kedepannya diharapkan wajah UPT Disdikpora Banyuputih kita bisa maju dan berubah. Dan dari kegiatan ini diharapkan pula bisa terjadi peningkatan kualitas pendidikan dalam proses pembelajaran di sekolah”,paparnya.

Ditambahkan H.M Untung yang juga ketua PGRI Cabang Banyuputih ini, bahwa kgiatan Diklat yang diselenggarakan pihaknya ini bersetifikat tingkat kabupaten Batang. Adapun waktu pelaksanaan diklat sebanyak 11 kali pertemuan atau 33 jam pelajaran, hal ini termasuk mengikuti diklat komputer yang memenuhi syarat.

Sementara itu, Drs. H. Eko Murdiyanto selaku Kepala UPT Disdikpora Banyuputih dalam sambutannya mengatakan, dirinya atas nama dinas memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara.

”Saya sangat merespon sekali dan memberikan apresiasi dengan kegiatan yang dikembangkan oleh gugus Diponegoro ini. Memang orang pinter itu harus belajar, dan untuk pintar diperlukan proses”, katanya.

Ditambahkan Eko, bahwa Guru sebagai narasumber utama disekolah harus selalu, dan selalu untuk mengembangkan diri dengan mengikuti perkembagan ilmu dan tehnologi. Kalau guru berhenti dengan ilmu atau pengetahuan yang dulu diterimanya dan tidak mencari pengetahuan tambahan, maka akan ketinggalan.

”Saya yakin, jika guru mau selalu belajar dan mau mengikuti perkembangan jaman, maka peningkatan kualitas pendidikan dalam proses pembelajaran di sekolah pasti akan terwujud. Namun saya berpesan, nanti kalau sudah menguasai pengetahuan yang ada di diklat ini, saya menyarankan agar peserta mengambil ilmu yang positifnya saja, jangan menyalahgunakan kemajuan tehnologi. Diharapkan peserta bisa memilah-milah kebutuhan yang baik-baik saja. Jangan menyalahgunakan pengetahuan”, tegasnya. (Trie)

SD NEGERI TULIS 2 PERSIAPKAN DIRI SONGSONG SDSN


Berbekal Visi untuk menjadikan sekolah terpercaya di masyarakat untuk meraih prestasi dengan menigkatkan IMTAQ serta perilaku sopan dan Misi untuk menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi di bidang IMTAQ serta IPTEQ, Membentuk sumberdaya manusia yang aktif, kreatif, inofatif sesuai dengan perkembangan jaman dan Membangun citra sekolah sebagai mitra Terpercaya di masyarakat, SD Negeri Tulis 02 telah menyiapkan diri untuk menyongsong SDSN.

Adapun persiapan untuk menyongsong Sekolah Dasar berstandar nasional ini seperti disampaikan Hj. Sri Yanuarti, S.Pd selaku kepala sekolah, bahwa pihaknya tengah memenuhi 8 standar dan melengkapi sarana dan prasarana sekolah.

“Persiapan kami adalah pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk kelengkapan-kelengkapan lainnya, termasuk sarana ibadah dan wc serta laboratorium sudah kami penuhi. Dan untuk perpustakaan sudah ada gedungnya, namun belum ada isinya dan kami sudah mengajukan bantuan untuk kelengkapannya yang belum terpenuhi, dan yang utama adalah pemenuhan standar tenaga pendidik”, paparnya.

Selain itu, sekolah dengan jumlah siswa 228 anak dan sudah mengantongi nilai akreditasi A ini juga telah menggiatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti di bidang keagamaan yakni rebana, olahraga dan kepramukaan, serta menerapkan pembelajaran muatan lokal dengan mata pelajaran TIK yang didukung dengan 3 unit komputer, LCD dan media pembelajaran lainnya.

”Untuk saat ini kami sudah mulai merintis prestasi secara bertahap. Adapun prestasi yang sudah di capai memang belum ada yang menonjol, baru ditingkat kabupaten Batang” tutur wanita kelahiran Magelang, 1 januari 1958 ini merendah.

Kepala sekolah yang berdomisili di kelurahan Proyonanggan Tengah kecamatan Batang dan memimpin SD Negeri Tulis 02 sejak Mei 2008 ini berharap, agar dalam menyongsong SDSN nantinya, ada dukungan dari semua pihak.

”Harapan kami dalam menyongsong SDSN ini dapat dukungan penuh dari dinas untuk pemenuhan tenaga pendidik yang memenuhi syarat dan profesional, dan tak lupa juga diharapkan adanya dukungan dari semua pihak agar terwujudnya SDSN ini”, pungkasnya. (Trie)

NASRUDIN AZIS – Kepala SMK FARMASI AS SYAIRIYAH

"JANGAN BELI KUCING DALAM KARUNG"

Dengan menjamurnya sekolah yang berbasis dibidang farmasi di Kabupaten Batang, Nasrudin Azis selaku kepala SMK Farmasi As Syairiyah Limpung menanggapinya dengan bangga, dikarenakan menurutnya, itu merupakan suatu kemajuan pendidikan di kabupaten Batang.

Namun, disampaikan pria kelahiran Batang, 28 Agustus 1972 ini, bahwa calon siswa dan orang tuanya perlu mengetahui informasi yang ditawarkan pengelola satuan pendidikan tersebut. Jangan sampai, hanya karena ingin sekolah di kejuruan farmasi, namun sekolah yang dinaunginya belum mengantongi izin dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan RI.

”Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa sekolah kesehatan yang sudah menjadi binaan dan diakui oleh pusat pendidikan tenaga kesehatan RI yang berkaitan dengan pendidikan tenaga profesi harus sudah memperoleh sertifikat kompetensi. Alurnya, untuk mendapatkan sertifikat itu, SMK harus terverifikasi lembaganya maupun laboratoriumnya”, jelasnya.

Ditambahkan pria pesenyum ini, bahwa untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pihak sekolah harus menyertakan data peserta untuk diuji kompetensi dan setelah lolos uji, kemudian menempuh uji oska oleh Majelis Tingkat Kompetensi Profesi Provinsi.

“Selanjutnya, hasil uji kelulusan diajukan ke Dinas Kesehatan Provinsi, Kabid Bindal SDK untuk mendapatkan pengantar penerbitan Surat Ijin Asisten Apoteker dan surat penetapan, Surat Ijin Kerja Asisten Apoterker (SIKAA). Dalam hal ini, SMK Farmasi Al Syairiyah telah mendapatkan surat penetapan sebagai institusi resmi tempat penyelenggara uji kompetensi oleh Pusdiknakes RI, No. DM.02.05/III/2/00203/2010 tanggal 9 Februari 2010 dengan nilai kelayakan B”, paparnya.

Perlu diketahui, sekolah kejuruan yang berdiri sejak 23 Maret 2007 ini sekarang sudah memiliki siswa sejumlah 167 anak dengan Jurusan Kompetensi keahlian farmasi. Hal inipun dikaitkan bahwa pembukaan studi keahlian kesehatan kehutanan dan penyuluhan pertanian dapat di lakukan setelah dikoordinasikan dengan dirjen PSMK (Pembinaan SMK) sesuai keputusan Dirjenmandikdasmen No.25/C/kep/mN/2008 tentang spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan.

“Sekolah kita dalam sistem penerimaan siswa barupun tetap mengacu pada 2 sistem penerimaan, baik bimbingan dari Disdikpora, maupun petunjuk teknis pelaksanaan Sipensimaru atau seleksi penerimaan siswa dan mahasiswa baru tenaga kesehatan yang dikeluarkan oleh badan pengembangan dan penberdayaan sumber daya manusia kementrian kesehatan RI No. HK. 00.06/I/III/1/2282/2010 tanggal 15 april 2010. Karena, untuk sekolah keahlian dibidang farmasi tidak mengutamakan kuantitas jumlah siswa, namun terfokus pada muara kualitas lulusan dan mengutamakan rasio guru tetap terhadap peserta didik adalah 1 : 12”, imbuhnya.

Dan perlu diakui, lulusan dari SMK Al Syairiyah Limpung bisa langsung bekerja, seperti yang sudah terdata diantaranya, di rumah sakit Darul Khikmah kendal, di apotik wilayah Pekalongan, Batang dan Kendal serta di anak perusahaan PT. Tempo.

“Lulusan kami sudah bisa langsung bekerja di perusahaan-perusahaan farmasi dan kesehatan yang sudah MoU dengan kita. Dalam hal ini, SMK Farmasi As Syairiyah telah melakukan MoU praktik kerja industri yang dilakukan di instalasi farmasi, industri farmasi, ataupun institusi pelayanan kesehatan baik negeri maupun swasta, diantaranya dengan RS. Bedah Aro Pekalongan, RSI kendal, RSI Baitul Hikmah Kendal, RSI Darul Istiqomah Kaliwungu, RSUD Temanggung, RSI Muhammadiyah Temanggung, Apotik di wilayah Pekalongan, Batang dan Kendal”, tegasnya.

Perlu diketahui, SMK Farmasi As Syairiyah Limpung mulai tahun ajaran baru ini dalam proses pembelajarannya sudah memanfaatkan media pembelajaran ICT dan sudah dilengkapi dengan laboratorium Ilmu resep dan laboratorium komputer.

“Harapan kami kepada pemerintah daerah, diharapkan dapat menjembatani proses pendidikan secara konfresehensif, dan untuk mengarah pada tujuan SMK sesuai dengan misi dinas pendidikan Provinsi Jateng, yakni memahami budaya prestasi dan bermoral, menjamin penyelenggaraan pendidikan bermutu, berkelanjutan, merata dengan mengutamakan teaching factory bagi siswa SMK”, harapnya. (Trie)

DINAMIKA BLKS SEKAR BUMI

"DARI BLKS MENUJU SMK"


Disebuah desa terdapat sebuah gedung berwarna pink dengan pagar setinggi 2 meter tepatnya di Jl. Plelen – Ketanggan Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah berdiri BLKS (Balai Latihan Kerja Santri), BLKS berdiri dibawah naungan Yayasan Sekar Bumi.

Yayasan Sekar Bumi adalah Yayasan yang bergerak di bidang sosial keagamaan dan pendidikan bersifat sosial non-profit (tidak mencari keuntungan), Yayasan Sekar Bumi didirikan dan diprakarsai oleh Drs.H.M. Ichwan Sam, beliau adalah seorang pemuka masyarakat yang saat ini tinggal di Jakarta. Kegiatan yang sudah dilakukan Yayasan Sekar Bumi yaitu Santunan Yatim Piatu dan fakir miskin yang diadakan setiap tahun, Pelatihan Perkoperasian Syari’ah, Sosialisasi, Perbankan Syariah bekerja sama dengan Bank Mandiri Syariah, Majlis Ta’lim Takhasus Pimpinan Organisasi Kecamatan Gringsing dan sekitarnya,

Yayasan Sekar Bumi juga mendirikan Balai Latihan Kerja Santri (BLKS), di BLKS ada 15 Pelatihan yang sudah diberikan kepada para santri, lulusan Madrasah Aliyah dan anak-anak muda yang kurang mampu diantara pelatihan tersebut adalah pelatihan Teknisi Handphone, Teknisi Komputer, Menjahit/Tata Busana, Tata Boga, Tata Rias, Teknik Pengelasan, Teknik Otomotif, Teknik Sablon, Teknik Bangunan, Budidaya Jamur, Budidaya Lebah Madu, Teknik Crome, Teknik Pengecatan dll, yang diikuti oleh hampir 1000 peserta dari 7 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yaitu Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal dan Temanggung.

Visi dari balai latihan kerja Santri ini adalah terciptanya potensi calon tenaga kerja yang berpengetahuan, terampil, produktif, kompeten serta memiliki daya saing dalam pasar kerja. sedangkan Misinya meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja, menguragi pengangguran, menciptakan kemandirian para lulusan Madrasah /santri, pemuda pedesaan dengan kualitas kerja yang terarah.

Fasilitas yang sudah dimiliki BLKS ini yakni ruang pelatihan dan tempat praktek, asrama/akomodasi, peralatan sesuai program pelatihan Instruktur yang berkompeten, Kurikulum pelatihan yang terpadu, Olahraga dan olah batin, serta Sertifikat tanda lulus.

Ketua Pelaksana BLKS Sekar Bumi Ahmad Fathoni, BA ketika dijumpai diruangannya mengatakan, bahwa dalam pelatihan yang diajarkan di BLKS ini merupakan pelatihan terpadu.

“Yaitu perpaduan antara ketrampilan umum dan pengetahuan keagamaan, dimana pada siang hari diberikan pelatihan ketrampilan umum sesuai bidangnya dan pada malam hari diberikan pengetahuan tentang keagamaan, hal ini merupakan perpaduan antara IPTEK dan IMTAQ sehingga akan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan memiliki keimanan dan ketakwaan sehingga akan mewujudkan pribadi yang jujur, loyal serta suka bekerja keras dan memiliki tanggungjawab yang tinggi sesuai harapan kami”, katanya.

Ditambahkan pria kelahiran Batang, 15 November 1957 ini, bahwa dalam kesempatan ini, pihaknya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang selama ini ikut serta memberikan sumbangsih kepada para generasi bangsa agar memiliki ketrampilan untuk mensejahterakan dirinya agar tidak terjerumus dalam lubang penganguran yang selama ini menjadi buah bibir masyarakat.

“Kami juga mengajak kepada para calon donatur yang berkeinginan membantu generasi bangsa ini agar mampu memiliki ketrampilan, sehingga bisa membekali dirinya untuk masa depannya nanti”, imbuhnya.

Dijelaskan Ahmad Fathoni, bahwa perusahaan yang pernah bekerjasama dengan BLKS ini adalah PT. Bakrie Telecom Tbk, yang mana perusahaan tersebut telah membiayai seluruh rangkaian pelatihan yang ada, yaitu 15 pelatihan dengan peserta 600 orang dari 7 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Ini menunjukkan bahwa masih ada Perusahaan swasta yang peduli dengan nasib bangsa ini, karena generasi muda adalah penerus bangsa yang harus memiliki ketrampilan, pengetahuan, dan memiliki pengetahuan keagamaan sebagai benteng dalam rangka menjadi manusia yang sukses didunia maupun diakhirat kelak, untuk itulah kami dari pihak Yayasan Sekar Bumi mengajak para dermawan, baik pengusaha maupun birokrat untuk peduli kepada nasib bangsa ini, salah satu cara untuk mewujudkanya marilah kita bantu para pemuda, lulusan SMA maupun Madrasah dan Santri untuk mendapatkan ketrampilan-ketampilan yang di butuhkan dalam dunia kerja agar mereka bisa sejahtera dan terhindar dari belenggu pengangguran”, ajaknya.

BLKS Menuju SMK

Sejak didirikannya Balai Latihan Kerja Santri ini pada tahun 2006, BLKS sudah melaksanakan 15 macam pelatihan. Dalam perkembangannya selama ini, banyak masukan dari masyarakat agar BLKS yang notabene sarana dan prasarana pendukungnya sudah ada, bisa menjadi satuan pendidikan berupa Sekolah Menengah Kejuruan.

“Karena dorongan dari masyarakat dan didukung dengan kelengkapan sarana prasarana yang ada, dari pihak yayasan menyetui, untuk tahun ini akan membuka pendaftaran siswa baru untuk SMK Sekar Bumi dengan 2 jurusan, yakni jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan Karoseri dan Tekhnik Komputer Jaringan”, jelas Fatoni.

Selain adanya dorongan masyarakat dan persetujuan dari yayasan untuk mendirikan SMK, juga ada factor utama yang merupakan faktor eksternal, bahwa di kecamatan Gringsing sendiri belum ada SMK.

“Sehingga mendorong kami untuk mendirikan SMK Sekar Bumi ini. Bahkan sudah ada pendaftar yang masuk, sekitar 40 anak”, imbuhnya.

text-indent:18.0pt">Akhmad Fatoni, BA selaku wakasek di SMK ini yang didapingi Iktavarif, SIP selaku Kabag TU mewakili Zulfikar Ulia, M.Si selaku kepala sekolah berharap, agar kedepannya lulusan SMK Sekar Bumi mampu bersaing didunia kerja yang semakin kompetitif.

“Harapan dari SMK Sekar Bumi adalah kedepannya siswa dapat memiliki kemampuan, baik di bidang otomotif maupun tekhnogi, komputer pada khususnya untuk dapat menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin tinggi”, pungkasnya.(Trie)

Selasa, 15 Maret 2011

SMP NEGERI 3 BAWANG PEDULI LINGKUNGAN SEKITAR

Pada umumnya kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa) di tingkat pendidikan menengah pertama dan menengah atas hanya diselenggarakan disekitar lingkungan sekolah saja. Berbeda dengan program yang dimiliki oleh pihak SMP Negeri 03 Bawang Kabupaten Batang kali ini. Masa Orientasi Siswa kali ini diselenggarakan dilingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, yakni mereka berbaur dengan masyarakat, membantu masyarakat untuk ikut bergotong royong dalam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Dijumpai disela-selakegiatan, Juandoyo S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Negeri 03 Bawang mengatakan, bahwa tingkat rasa peduli terhadap lingkungan ini sengaja ditanamkan oleh pihak sekolah terhadap anak-anak didik mereka, agar anak-anak senantiasa selalu dekat dengan masyarakat. Tak luput dari itu, masyarakat sekitar adalah merupakan mitra pihak sekolah.

“Seiring oleh laju perputaran waktu, SMP Negeri 03 Bawang berupaya lebih mengedepankan kedekatannya dengan masyarakat, karena selain sebagai mitra juga merupakan tempat dimana para siswa-siswi dapat mengamalkan serta mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan selama mereka duduk ditingkat pendidikan sekolah menengah pertama” jelasnya.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa tiap-tiap sekolah mempunyai program yang berbeda-beda walaupun tujuannya sama – sama mencerdaskan kehidupan bangsa, mencetak generasi penerus perjuangan bangsa melalui pendidikan. Sesuai dengan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar, yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, keterampilan untuk hidup mandiri, serta mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi juga tidak terlepas dari misi program pendidikan sekolah tersebut, yaitu menumbuhkembangkan kepedulian dan kepekaan sosial dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Sekolah selain sebagai tempat dalam menimba ilmu bagi para anak didik, juga merupakan sebagai tempat dimana mereka dapat belajar mengembangkan bakat dan minat mereka sesuai dengan minat yang mereka senangi”,imbuhnya.

Sekolah yang merupakan sekolah baru, yang berusia kurang lebih 10 tahun dan lokasinya berada ditingkat pinggiran desa kecamatan Bawang ini tidak membuat para tenaga pengajar dan siswa didik putus harapan, namun hingga saat ini sudah membuktikan bahwa sekolah ini juga mampu berprestasi hingga tingkat Kabupaten terlebih pernah meraih juara I di tingkat kabupaten.

“Dalam kegiatan POPDA tahun 2010 ini, sekolah kita sudah pernah menorehkan prestasi, yakni meraih Juara I Lari Putri 100 meter, atas nama Puji Listiana, dan bukan hanya itu, prestasi yang lain juga sangat mengesankan adalah juara II Story Telling di tingkat Kabupaten Batang”, paparnya. (Arviant/Trie)





MERAJUT KENANGAN – MENATAP MASA DEPAN DI SMP NEGERI 1 TERSONO


SMP Negeri Tersono pada masanya merupakan sekolah dilingkungan pedesaan yang sangat dibanggakan, khususnya dibanggakan oleh warga sekolah dan umumnya dibanggakan oleh masyarakat di kabupaten Batang. Dari sekolah ini telah diukir berbagai prestasi, baik prestasi yang diraih oleh siswanya, maupun prestasi yang diraih oleh para pengelolanya, pernahkah anda mendengar nama Dra. Bagiyanti, M.Pd, Drs. Mursidi, Drs. Sabar Mulyono, beliau-beliau ini dulunya sebagai guru dari satuan pendidikan tersebut.

Dikisahkan Sunardi, S.Pd selaku kepala sekolah, bahwa 2 tahun yang lalu keadaan sekolah hampir semuanya terbalik tidak seperti masa lalu yang menemui masa keemasannya. Keadaan fisik gedung sekolahnya sangat memprihatinkan, bangunan tua ini memiliki wajah dengan gapura yang hampir ambruk, dihiasi dengan ruang laborat yang sudah remuk, diwarnai dengan ruang perpustakaan yang hancur.

”Keadaan siswanya juga sangat memprihatinkan, hampir tidak bisa dibedakan apakah ini anak sekolah atau bukan, liar dan sangat menyedihkan, apabila kelas kosong atau jam istirahat sebagian besar siswa pergi keluar meninggalkan lingkungan sekolah, ada yang ngeluyur ke tengah pasar, ada yang bermain play station, ada juga yang pesta rokok dan ada yang tertangkap basah masuk ke mini market”, kata guru teladan peringkat I kabupaten Batang tahun 1997 ini.

Dari kepemimpinan pria kelahiran Klaten, 5 April 1960 ini, diharapkan bisa membawa perubahan. Dan keadaan yang diharapkan adalah keadaan yang baik, yaitu keadaan seperti masa yang lalu, bukan keadaan seperti 2 tahun lalu.

”Setelah memulai melaksanakan tugas disatuan pendidikan ini, disamping selalu memohon kepada Allah SWT supaya diberi kemudahan dan kelancaran di dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, saya juga mempunyai keyakinan, bahwa tugas tambahan sebagai kepala sekolah itu merupakan suatu amanat, disamping sebagai amanat dari yang Maha kuasa, juga merupakan amanat dari atas dan dari bawah. Maksudnya mendapat amanat dari bawah yaitu mendapat amanat dari para orang tua siswa, amanat orang tua yang mempercayakan pada kita untuk menyekolahkan putra-putrinya belajar di satuan pendidikan yang kita kelola ini. Prinsip yang harus selalu dipegang dalam melaksanakan tugas di sekolah yang serba tidak karuan adalah Santun, Tegas dan punya nyali”, papar Sunardi yang meraih peringkat IV dalam seleksi kepala sekolah SMP berprestasi tahun 2009.

Dikatakan Sunardi yang memimpin sekolah ini sejak Februari 2008, berkat menerapkan sopan santun dengan berusaha tidak menyinggung perasaan sesama, berkat bersikap tegas di dalam melaksanakan dan menegakkan peraturan, serta mempunyai nyali dan keberanian di dalam menegakkan disiplin dan tata tertib bagi seluruh warga sekolah, akhirnya upaya-upaya yang dilaksanakan sudah membawa hasil dan sudah nampak tanda-tandanya.

”Hasil dan tanda-tanda itu merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan juga merupakan buah dari kerjasama yang baik di antara seluruh warga sekolah. Disamping itu, juga tidak terlepas dari faktor kebetulan. Apabila diulas balik, apa yang sudah diwujudkan di SMP Negeri 1 Tersono dalam 2 tahun terakhir ini dalam data akan bicara, bahwa dalam akademis, dari tahun ke tahun prestasi dalam melaksanakan ujian nasional selalu menggembirakan, tingkat prosentase kelulusan tahun 2007 = 82%, tahun 2008 = 94% dan tahun 2009 = 100%. Ini baru yang namanya prestasi, karena sebelumnya belum pernah mencapai 100%”, imbuh suami dari Herlina yang juga sebagai guru di SD Negeri Capagan 02 ini.

Ayah dari Dedi Tisna dan Nurul Puspita ini menambahkan, bahwa dalam pengelolaan sekolah, 2 tahun terakhir ini dinilainya semakin baik, diantaranya penilaian akreditasi sekolah pada tahun 2009 telah memperoleh status akreditasi A, kemudian yang dulunya siswa sangat liar, sekarang sudah terkendali dan berprestasi.

”Prestasi-prestasi yang sudah diperoleh siswa diantaranya seperti juara I voli putri pada Popda tingkat karesidenan Pekalongan tahun 2008 dan juara I pada Popda tingkat kabupaten Batang pada tahun 2009 dan 2010. Selain itu Voli putra juga menjuarai di kabupaten Batang serta juara Story Telling, Bahasa Jawa, Tari dan lainnya”, tuturnya bangga.

Selain itu, kepala sekolah yang berdomisili di Desa Cepagan kecamatan Warungasem ini menegaskan, bahwa dalam pengelolaan fisik gedung sekolah, semakin hari juga semakin tertata dan baik.

”Dalam waktu 2 tahun terakhir ini tercatat perubahan diantaranya dapat mewujudkan tempat wudlu yang cukup representatif dan terbaik di kabupaten Batang, dapat dilaksanakan rehab 2 lokal ruang kelas sehingga cukup layak, membangun gapura sekolah yang cukup gagah dan berwibawa dan terbaik di kabupaten Batang, dapat diwujudkannya lapangan basket untuk siswa dan dapat diwujudkannya bangunan bertingkat untuk menghiasi kota Tersono, ini terbaik di kecamatan Tersono”, imbuh Sunardi yang menegaskan bahwa ini bukan merupakan suatu kesombongan, namun merupakan suatu perjuangan dalam merajut kenangan dan menatap masa depan, serta dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa. (Trie)


SUPRIBADI

GURU HARUS BERJIWA GURU

Pria kelahiran Guningkidul, 9 September 1952 ini mulai berkiprah dan mengabdikan diri di kabupaten Batang sejak Januari 1973. sejak tahun itulah dirinya mulai mengajar hingga sekarang di SD Negeri Sendang Wonotunggal.

Dalam karirnya mengajar anak-anak di kabupaten Batang, khususnya di desa Sendang kecamatan Wonotunggal ini, pria yang hobbi menulis lagu bernuansa nasionalis ini pernah menjabat sebagai kepala Sekolah selama 32 tahun di SD Negeri Sendang UPT Disdikpora kecamatan Wonotunggal, yakni mulai tanggal 1 April 1977 hingga 9 September 2009.

Ketika ditanya tentang Suka duka menjadi kepala Sekolah atau guru, dirinya menjawab dengan ringan, bahwa lebih banyak pengalaman menggembirakan dari pada pengalaman duka. Menurutnya, dirinya baru merasa sedih bila menghadapi siswa-siswi yang kurang bisa mengikuti pelajaran, namun itu menjadi suatu tantangan bagi seorang guru, katanya.

Diakui Supribadi yang sekarang kembali menjadi seorang guru di SD Negeri Sendang, bahwa dirinya merasa bangga dan bahagia dapat mengelola sebuah satuan pendidikan selama ini. Karena menurutnya, selama ini dirinya diberi kepercayaaan dan itu menjadi tanggung jawabnya.

”Saya juga bangga bisa membawa nama baik sekolah hingga berprestasi sampai ke tingkat kabupaten dan pernah menjuarai berbagai kejuaraan, baik mocopat, olahraga, lomba sekolah sehat dan lomba gugus”, tuturnya.

Supribadi yang sekarang di beri tugas oleh kepala Sekolah baru untuk memegang kelas 6 ini menambahkan, bergesernya jabatan dari kepala sekolah menjadi seorang guru bukan merupakan suatu beban baginya, bahkan dirinya tetap optimis dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan kepala sekolah yang baru dan tentunya dengan rekan-rekan guru lainnya.

”Pada intinya saya seorang guru, saya hanya di beri tugas tambahan menjabat kepala Sekolah. Sehingga apabila saya kembali lagi menjadi guru, tidak masalah bagi saya. Apalagi itu sudah menjadi suatu aturan yang perlu dilaksanakan”, imbuhnya.

Menurutnya, menjadi seorang guru adalah panggilan hati. Bukan hanya berdasarkan untuk mencapai suatu pekerjaan atau sebuah jabatan, karena guru harus berjiwa guru yang mempunyai niatan untuk mendidik.

”Guru adalah panggilan hati, harus bener-bener mempunyai jati diri sesuai panggilan jiwanya, bukan karena untuk sebuah pekerjaan, tapi juga dilandasi dengan panggilan jiwa, sehingga orang yang berjiwa guru akan selalu mengutamakan untuk mendidik, bener-bener secara tulus ikhlas untuk anak didiknya dan jadilah guru yang sejati yang mengutamakan pendidikan dan mengutamakan sikap yang bisa memberikan tauladan”, pungkasnya. (Trie)