Kamis, 25 Maret 2010

SD NEGERI KARANG ASEM 7 BATANG MASIH BABAT DAN INGIN BERKEMBANG

Sebagai SD imbas dan SD yang paling terakhir, SD Negeri Karang Asem 7 mengaku, hingga saat ini prestasinya belum menonjol. Hal ini dituturkan Kepala Sekolah, Salmah Anggawi, S.Pd, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang beberapa waktu lalu. “Prestasi sekolah kami baru pada Pesta siaga, juara harapan III Kabupaten, dan seni tari juara harapan Kabupaten, namun mayoritas lulusan kami banyak yang diterima di SMP Favorit, maklum sedang babat”, imbuhnya.
Sekolah yang telah terakreditasi B+, dengan jumlah siswa 242 anak ini mengaku, sejak mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2007, fasilitas penunjang pembelajarannya semakin komplit, namun menurut kepala sekolah yang diangkat tahun 2003 ini, pihaknya masih membutuhkan bangunan lagi. ”Sejak dapat bantuan DAK, kini sarana prasarana hampir mencukupi.saat ini ruang kelas ada 7, ruang perpustakaan yang lengkap, dan ruang ibadah. Bahkan kerjasama dengan komite sangat bagus, ini terbukti sudah ada komputer 1 unit dari komite. Namun karena minat masyarakat yang semakin meningkat, kami masih memerlukan bangunan lagi”, tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan bu Salmah panggilan akrabnya, bahwa peran komite kepada sekolah yang dipimpinnya ini juga sangat bagus, terutama untuk ikut meningkatkan mutu pendidikan, agar bisa bersaing dengan SD yang lain. Diantaranya membantu mengajar 2 jam mata pelajaran 3 kali dalam 1 minggu, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Kamis mengajar Bahasa Inggris, serta memberikan ekstra kurikuler pencak silat setiap hari sabtu.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah dengan mengucurkan bantuan untuk sekolah yang dipimpinnya ini hingga menjadi sekolah yang representatif, pihaknya merasa bersyukur, kendati sudah mengajukan sejak tahun 2003 dan baru cair tahun kemarin.”Dan untuk bantuan dari pemerintah kami mengucapkan terima kasih, dan kami masih mengharapkan lagi adanya bantuan selanjutnya”, pungkasnya.(TIM)

SMK PGRI BATANG MENGAKU MASIH YANG NOMOR 2


Kendati bermunculannya Sekolah Menengah Kejuruan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Batang, hingga saat ini ada 11 SMK, sehingga persaingan semakin ketat, SMK PGRI masih tetap eksis dalam penerimaan jumlah siswa. Hal ini dituturkan Kepala Sekolah, Tri Indayani, S.Pd, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang, yang bertandang ke sekolah yang dipimpinnya ini, beberapa waktu lalu.
“Animo masyarakat kepada sekolah kita masih bagus, terbukti kita masih eksis dalam penerimaan siswa baru, hingga kita menolak siswa”, tuturnya.
Lebih lanjut, istri dari Setia budi, SH, dan ibu dari 3 anak ini menuturkan, kendati sekolah yang dipimpinnya ini dari tahun ke tahun semakin ada kemajuan, baik di bidang pembangunan fisik maupun di bidang prestasi, namun pihaknya tetap merendahkan diri.
“Kita tetap mengaku nomor 2, namun kita kepingin tetap lebih baik, dan sesuai dengan program skala prioritas kami, mulai tahun ini, siswa sudah mulai masuk pagi semua, karena ruang teori sudah terpenuhi, hal ini tentunya berkat dukungan dari semua pihak”tuturnya.
Sekolah Menengah Kejuruan kelompok sekolah manajemen bisnis, yang berdiri tahun 1983, dengan total 645 siswa ini mengaku, perhatian dari Pemerintah Daerah kepada sekolah ini sudah sangat bagus.
“Sekolah sudah diperhatikan oleh pemerintah, termasuk oleh pemda, namun saat ini kami sangat khawatir, dengan berkurangnya tenaga pendidik kami. Tahun kemarin ada 1 guru Bantu yang ditarik untuk mengajar di sekolah negeri, dan tahun ini ada 7 yang lolos pemberkasan, dan dikhawatirkan juga akan ditarik, bisa fatal, bagaimana nantinya sekolahan swasta”, imbuh wanita yang bercita-cita ingin jadi reporter ini.
Dengan motto kerja keras dengan penuh ikhlas, untuk meraih pestasi, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, SMK PGRI bertekad untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing, yang berbasis kompetensi dengan standar internasional, dengan memberikan bekal untuk terjun kedunia usaha. “Untuk itu kita bekerja sama dengan instasi dan perusahaan-perusahaan, guna menyelenggarakan praktek kerja industri, dan yang paling penting, kita punya Bursa Kerja Khusus (BKK), untuk menyalurkan alumni ke bursa kerja, disamping kerjasama dengan nakertrans, sehingga visi sekolah untuk Menghasilkan SMK Mandiri dalam menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan berakhlaq mulia bisa tercapai, dan tentunya, kami bertekad untuk menjadikan SMK PGRI menjadi sekolah yang berkualitas, sehingga menjadi kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Batang. untuk itu kepedulian semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah sangat diharapkan” pungkas wanita kelahiran 14 juni 1961 ini.(TIM)

SMP NEGERI 1 TULIS AKAN SELALU BERBENAH UNTUK MERAIH PRESTASI

Akan selalu berbenah untuk meraih prestasi dan menjadi sekolah unggulan, adalah program dari SMP Negeri 1 Tulis. Hal ini disampaikan Kepala sekolah, Drs. H. Ibrahim, yang didampingi Wakil Kepala Sekolah, Rochani, S.Pd, yang dituturkan kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang beberapa waktu lalu.
”Kita sudah mencoba memenuhi yang kurang, termasuk alat-alat untuk praktikum dan buku-buku pelajaran yang sangat terbatas dan masih perlu dikembangkan. Rencana tahun depan. Serta penambahan ruang-ruang, seperti ruang UKS, OSIS, dan ruang Kesenian, sebagai sarana penunjang, karena itu sudah menjadi program kita”, tutur pria asli Purbalingga ini.
Selain peningkatan kelengkapan sarana penunjang, peningkatan standart kualifikasi pendidikpun tengah gencar dilakukan di sekolah yang pernah menjuarai LCC Fisika Kabupaten, Juara I Drumband Kabupaten 2 kali, Juara I Pop Singer Kabupaten, juara I Sinopsis Kabupaten, Juara I tenis Meja Putra, dan juara I Catur tingkat kabupaten ini.
”Tenaga pendidik kami hampir seluruhnya berkualifikasi S1, dan kami selalu mendorong serta memberi kesempatan kepada rekan-rekan guru, untuk lebih meningkatkan jenjang pendidikannya, termasuk yang saat ini sedang menempuh S2, ada 3, yakni Rochani, S.Pd, Drs. Sumarlan, dan Suyanto, S.Pd, dan termasuk Guru yang sudah lolos sertifikasi sudah ada 6 orang”, imbuhnya.
Diakui Ibhrahim, bahwa prestasi yang telah diukir oleh sekolah yang dipimpinnya selama ini, tak lepas dari kerja keras seluruh warga sekolah.
”Kita bekerja dalam 1 tim, hasilnya harus kita rasakan bersama, dimanapun ada lomba, kita selalu tampil, juara tidak juara tidak masalah. Dan untuk hasil ujian nasional kita memang belum masuk 10 besar, itu kita akui, yang pasti kita sudah berusaha dan mencoba”, katanya.
Ditambahkan Ibrahim, Sekolah pada tanggal15 September 2008 nanti akan genap 30 tahun, dengan 657 siswa yang terbagi menjadi 15 rombel saat ini, untuk mengantisipasi ujian nasional tahun ini, pihaknya mengadakan les 5 hari dalam 1 minggu, karena diakuinya, minat belajar siswa kurang.
”Kita antisipasi dengan sosialisasi kepada orang tua murid, untuk adakan jam belajar dirumah, karena hal itu tentunya harus didukung orang tua siswa untuk turut melakukan pengawasan belajar kepada anak-anaknya. Dan kita optimis hasil ujian harus ditingkatkan. Karena dalam 3 tahun terakhir semakin ada peningkatan, dan kita targetkan kelulusan untuk tahun ini 100%, dan itu tentunya harus didukung dari berbagai elemen, dan harus maksimal”, ujarnya.
Ibrahim berharap, bantuan peningkatan sarana prasarana kepada sekolah hendaknya untuk bisa ditingkatkat lagi.
”Kami akui, Pemerintah Kabupaten Batang sudah sangat perhatian kepada dunia pendidikan, namun demikian, kalau mungkin bisa untuk ditingkatkan lagi, terutama yang terkait dengan peningkatan sarana prasarana, guna penunjang pembelajaran menuju peningkatan mutu pendidikan”, pungkasnya.(TIM)

Visi : unggul dalam prestasi, serta berbudi pekerti luhur




SMP NEGERI 3 BANDAR SEKOLAH PELOSOK TAPI TAK KALAH DENGAN SEKOLAH LAIN


Berada di Desa Simpar Kecamatan Bandar, SMP Negeri 3 Bandar, tak mau kalah prestasinya dengan sekolah lain. Hal ini dituturkan Kepala Sekolah, Drs. Ermawan kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang beberapa waktu lalu. ” biarpun sekolah pelosok, tapi prestasi tidak kalah dengan sekolah lain. Anak-anak pernah juara I volly putra dan juara II sepakbola, dalam Popda, serta Lari dan lompat jauh, berturut-turut tiap tahun, karena memang anak-anak disini potensi, untuk itu dilkembangkan ekstra kurikuler volly dan sepak bola”, tuturnya dengan logat Tegal.
Diakui pria asli Tegal ini, bahwa kelulusan anak-anak didiknya dari tahun ke tahun tidak menetap, namun untuk tahun kemarin (2006/2007) ada peningkatan, yakni pada tahun 2005/2006 sebanyak 65 siswa, atau 78,3%, dan pada tahun 2006/2007 83 siswa atau 90,22%, tentunya hal ini didukung oleh 16 tenaga pendidik yang sudah berkualifikasi S1, masih muda dan potensial.
Sekolah yang sudah terakreditasi B dengan jumlah Siswa 373 terbagi 9 rombel ini, karena merupakan sekolah unit baru (USB), sehingga untuk sarana prasarananya cukup komplit. ”Sarpras cukup komplit, dan target 40 komputer untuk pembelajaran siswa, saat ini baru ada 12, laboratorium sudah lengkap, termasuk alat-alatnya, karena 1 paket USB”, jelasnya.
Pihaknya berharap, ada perhatian dari Pemda, karena selama ini warga sekolah mengalami kendala jalur tranportasi menuju ke sekolah, yang sudah parah, dan juga diharapkan adanya jalur angkudes, karena menurutnya, anak-anak didiknya mencakup 8 desa. Dan diharapkan pula, membantu melengkapi keinginan sekolah dalam pemenuhan komputer, untuk praktek TIK, guna mengimbangi partisipasi masyarakat yang sudah bagus, pungkasnya. (TIM)

Humam, S.Pd : ”PERLUNYA PEMBINAAN IMTAQ”

Humam, S.Pd didampingi Wakasek Kesiswaan, Ambang Hudi Widodo, S.pd dan Wakasek Kurikulum, Widayati, S.Pd.

Perlunya pembinaan iman dan taqwa (Imtaq) untuk anak didik, SMP Negeri 4 Bandar melakukan kerjasama dengan majelis ta’lim Tazzaka Bandar, yang mayoritas alumni dari Gontor. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah, Humam, S.Pd yang didampingi Wakasek Kesiswaan, Ambang Hudi Widodo, S.pd dan Wakasek Kurikulum, Widayati, S.Pd. ”Hal ini kita lakukan untuk bisa mewujudkan visi dan misi sekolah guna menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut”, tuturnya.
Sekolah yang sudah terakreditasi B, dengan jumlah siswa jumlah 290 anak ini mengaku, mengalami kendala kepada anak didiknya. ”Padahal anak-anak sangat berpotensi, namun sangat kami sayangkan, banyak siswa yang mengalami broken home, dan untuk mengatasi hal ini, kita senantiasa koordinasi dengan orang tua, baik melalui komite, maupun guru BK kalau ada siswa yang bermasalah, dan juga dilakukan home visit, untuk mengetahui titik permasalahannya”, imbuhnya.
Kendati Unit Sekolah Baru (USB), pihaknya mengaku, untuk sarana prasarana masih kurang. ”Sarana prasarana untuk memenuhi standar minimal sudah tercapai, cuman belum 100%, saat ini kita masih kurang 1 lokal kelas lagi, dan sementara memanfaatkan ruang laboratorium, dan Wc siswa, sudah ada tapi terbatas, belum bisa dianggarkan komite, serta kendala untuk sekolah kami adalah pengadaan air bersih”, katanya.
Perlu diketahui, untuk melengkapi TIK (komputer) yang saat ini baru ada 11 unit, untuk tahun ini, SMP Negeri 4 Bandar akan ditargetkan untuk bisa online internet, karena menurut kepala sekolah, hal ini sudah dicita-citakan sejak pertama masuk.
Pihaknya berharap, Pemda bisa memikirkan kendala yang dihadapi sekolah, yang diantaranya, pemenuhan sarana prasarana serta tenaga pendidik, karena menurutnya, belum semua mata pelajaran mempunyai guru yang spesifikasi, dan guru terbentur pada pelaksanaan penempatan PTT, hingga sekolah ini beban membayar Wiyata Bhakti, pungkasnya.(TIM)

Drs. Suharto : “BANYAK MEDIA YANG TIDAK MENDIDIK”


Di jaman tekhnologi seperti sekarang ini, pesawat televisi sudah bukan lagi barang yang istimewa, yang hanya bisa dibeli oleh kaum elit seperti jaman dulu. Dengan harganya yang mudah dijangkau, kini pesawat televisi bisa dimiliki oleh khalayak masyarakat. Adanya pesawat televisi banyak sekali manfaatnya, guna memberikan informasi yang cepat, serta memberikan hiburan yang segar. Namun disisi lain, dengan majunya jaman, dan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, media televisi sering kali membuat resah insan pendidikan, yang peduli akan perkembangan anak-anak didiknya.
Drs. Suharto, Kepala SMP Negeri 3 Tulis, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang menuturkan, bahwa dirinya menyayangkan adanya tayangan Sinema Elektronika atau yang lebih dikenal dengan singkatan sinetron, yang acap kali memberikan contoh yang tidak perlu ditiru oleh anak didik kita. “Sekolah kota mungkin lain dengan sekolah yang ada di daerah, kami sangat menyayangkan adanya tayangan anak sekolah yang tidak berpakaian rapi, ugal-ugalan, bahkan ada adegan merokok, maupun minum-minuman keras”, tuturnya.
Menyikapi hal ini, tentunya media elektronik bisa memilah-milah, mana yang perlu dipublikasikan ke masyarakat dan mana yang tidak perlu. “Tentunya juga, perlu adanya pengawasan orang tua kepada anak, terhadap tontonan-tontonan yang tidak perlu seperti itu”, imbuhnya.
Menyinggung persiapan ujian nasional di sekolah yang di pimpinnya, Suharto menuturkan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan jauh-jauh hari, mengingat kelulusan tahun lalu belum menggembirakan. “Persiapan sudah ada, kita melakukan tambahan jam pelajaran untuk mata pelajaran yang di ujikan, sebelum semester 2 atau sehabis mid semester yang lalu, dan kegiatan ini diselenggarakan langsung usai jam pelajaran terakhir, dan anak-anak tidak pulang, karena rata-rata jarak rumah dengan sekolah jauh. Tentunya hal ini sudah kita sosialisasikan kepada orang tua siswa”, tuturnya.
Selain tambahan pelajaran, menurut Suharto, ada kegiatan-kegiatan yang lainnya. “Kita melakukan pelatihan khusus untuk kelas 3, selama 1 minggu kita ambil 5 hari untuk membahas soal-soal lama, dan melakukan istiqhosah, sehingga siap lahir batin, selain itu juga kita lakukan Try out, kerja bareng dengan primagama”, tuturnya.
“Bapak Ibu guru juga selalu kita tekankan untuk memberi motivasi kepada siswa, juga kita sosialisasikan kepada wali murid, untuk melakukan pengawasan kepada anak. Sehingga siswa ada perhatian untuk meningkatkan belajar, disatu sisi pada saat jam sekolah tanggung jawab sekolah, dan belajar dirumah adalah tanggung jawab orang tua untuk lebih digiatkan”, pungkasnya.(TIM)

SMP NEGERI 1 BLADO RANGSANG SISWA YANG LULUS MASUK RANGKING DENGAN BONUS TAMASYA


Banyak sekali cara untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan, salah satunya yang dilakukan oleh SMP Negeri 1 Blado, dengan memberikan rangsangan bonus bertamsya, bagi siswa yang lulus dan masuk rangking. Hal ini yang dituturkan H.M Sundjojo, M.Pd, selaku Kepala Sekolah, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang beberapa waktu lalu.
”Persiapan menghadapi ujian nanti, kita sudah antisipasi dengan tambah jam pelajaran 4 mapel sampai 27 maret yang akan datang, kemudian pendalaman materi soal, Guru yang mengajar 4 mapel juga diberi motivasi, latihan privat, terutama mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, dan mencari soal-soal dari sekolah-sekolah yang unggul, serta siswa yang lulus masuk rangking kita rangsang dengan bonus tamasya”, tuturnya.
Menurutnya, dengan metode seperti ini, yang sudah dilakukan ditahun-tahun sebelumnya, membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.”Faktor kelulusan semakin meningkat, untuk tahun kemarin mencapai prosentase 98%, dan kita juga selalu memotivasi anak untuk giat belajar, lebih baik mandi keringat dalam latihan, daripada mandi darah pada saat pertempuran, dengan maksud, kita lebih baik giat dalam belajar, diserta hati yang bersemangat dan sunggguh-sungguh, serta mengurangi bermain, tapi kalau tidak latihan atau belajar bisa mandi darah yang berarti gagal”, imbuhnya.
Sekolah yang berdiri tahun 1983 dan sudah terakreditasi A ini mengaku, untuk sarana prasarana penunjang pembelajarannya sudah cukup. ”Untuk sarana prasarana cukup, tapi kalau untuk memenuhi standar memang belum lengkap. Terutama untuk laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan ruang ketrampilan, semuanya belum ada, atau belum standar, tapi kalau alat-alatnya sudah ada. Dan saat ini, laboratorium Ipa sudah rusak, dan kami sudah mengajukan rehab tapi belum terealisasi. Hal ini ditambah dengan usia bangunan yang sudah saatnya untuk direhab, karena sudah banyak yang rapuh, saat ini sudah dibenahi mipil”, katanya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinya sangat bagus. ”pengurus komite melek pendidikan, anggotanya juga orang-orang yang mengerti dan senang pendidikan, sehingga keberadaan komite sangat membantu sekali kepada sekolah, dan kita berharap adanya perhatian khusus pemenuhan sarana prasarana dari Pemda, karena selama ini masih sebagian besar dari provinsi dan komite”, tuturnya.
Kepala sekolah mengaku, untuk sekolah dengan 530 siswa yang dipimpinnya ini, untuk prestasi akademik masih sedang-sedang saja, namun dirinya bangga, masih ada prestasi yang menonjol di bidang ekstra, yakni pernah menjadi juara umum tingkat Kabupaten lomba patroli PKS, atletik putra, dan juga olah raga voly yang menonjol, bahkan pernah menjuarai tingkat Kabupaten dan mewakili ke tingkat karesidenan. (TIM)