Tampilkan postingan dengan label kabupaten batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten batang. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

SMP AHMAD YANI TIDAK INGIN MATI SURI


SMP Ahmad Yani dibawah naungan Yayasan Islamic Center yang beralamat di Jl. Simbangdesa Kecamatan Tulis tidak ingin mati suri. Hal ini seperti yang dikhawatirkan pihak pengelola sekolah, dikarenakan, dari tahun ke tahun, sekolah ini semakin merosot dalam penerimaan jumlah siswanya.
Dijumpai diruangannya, Rohmahadi selaku kepala Sekolah mengatakan, semakin menipisnya jumlah siswa ini dikarenakan dalam penerimaan siswa, sekolah swasta selalu selalu menjadi pilihan kedua.
”Hal ini juga diperparah dengan penambahan kelas baru di sekolah negeri di tiap tahunnya, sehingga efeknya di sekolah swasta”, tuturnya.
Sekolah yang berdiri pada tahun 1979 ini, saat ini hanya memiliki siswa sejumlah 41 anak, dengan perincian kelas 9 sebanyak 20 anak, kelas 8 berjumlah 14 anak, dan kelas 7 hanya 7 anak.
”Padahal dulu pada tahun 1989 hingga tahun 1998 kita mengalami masa kejayaan. Waktu itu jumlah siswa mencapai 200 lebih siswa. Namun sekarang, walau kami sudah berkorban dengan membelikan seragam, namun antusias masyarakat semakin berkurang, karena memang semua kegiatan disekolah selalu berkaitan dengan finansial, sehingga kalau kita akan memberikan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler kita belum bisa”, keluhnya.
Dipaparkan pria kelahiran Batang, 20 Agustus 1964 ini, ketika dulu pemerintah belum bisa membiayai pendidikan, sekolah ini mampu bertahan, dan seteleh adanya pembiayaan dari pemerintah, sekolah ini malah terpinggirkan. Namun, dari keterpurukan yang ada ini, pihak sekolah masih tetap komitmen untuk terus turut serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa, kendati hidup segan mati tak mau.
”Harapan kami, kalau bisa, dinas itu membatasi penerimaan siswa baru disekolah-sekolah negeri, apalagi kalau dikaitkan dengan masalah sekarang yang meggunakan KTSP, masing-masing rombel harusnya 36 anak, paling tidak dengan adanya pembatasan kuota, kami masih bisa berharap dapat murid. Selain itu, kami juga sudah berusaha mendatangi dan mencari informasi, siswa yang tidak sekolah, dengan memberi keringanan tidak mematok uang gedung, bahkan kami berikan seragam 1 stel”, keluhnya.
Rohmahadi berharap, seandainya nanti sekolah sudah tidak mampu beroperasional untuk mempertahankan status sekolah, dirinya menginginkan agar sekolah yang sudah memiliki 6 lokal kelas, 1 ruang gudang, 1 ruang komputer dan 1 ruang kantor ini untuk didirikan SMK.
”Dalam hal ini, saya sudah komunikasi dengan wakil PGRI agar gedung sekolah masih bisa dimanfaatkan. Selain itu harapan saya, walaupun SMP ngga ada, kami mohon untuk guru-guru diberdayakan, karena temen-temen guru saya menilai masih tetap komitmen, peduli dengan pendidikan”, pungkasnya. (Trie)

AGUNG BASUKI, S.Pd

”TUGAS GURU HANYA MENGAJAR”


Menilai dari pengalaman yang ada, bahwa tugas guru adalah hanya mendidik dan mengajar. Guru jangan diberi tugas lain yang bukan pada bidang yang dikuasainya. Beberapa tahun terakhir ini, guru ataupun kepala sekolah mendapatkan tugas tambahan yang sangat membebani pikiran mereka, hingga sedikit mengesampingkan tugas pokoknya sebagai guru karena di sibukkan dengan pengelolaan bantuan Dana Alokasi Khusus bidang pendidikan di sekolahnya masing-masing.
Agung Basuki, S.Pd yang punya pengalaman pahit dalam pengelolaan bantuan ini menilai, pemerintah perlu mengkaji ulang penyerahan bantuan yang harus dikelola oleh pihak sekolah ini. Karena bagaimanapun juga, apabila sebuah tugas yang dikelola oleh orang yang tidak menguasainya, maka akan menimbulkan sebuah efek yang negatif.
Kepala sekolah beserta dewan guru di sekolah penerima bantuan, tak sedikit yang mengeluh dengan adanya ”proyek” yang harus dikerjakan oleh pihak sekolah. Hal ini senada dengan ucapan ketua KKKS kecamatan Batang ini yang dijumpai tim liputan JPBB beberapa waktu lalu.
”Saya berharap, guru maupun kepala sekolah hanya diberi tugas untuk mengurusi kegiatan belajar mengajar untuk peningkatan mutu pendidikan, jangan di beri tugas yang bukan wewenangnya. Contoh, proyek-proyek yang bukan bidangnya, jadi kita merasa kesulitan, bahkan bisa-bisa menjerat guru dan kepala Sekolah pada hukum”, tuturnya.
Dipaparkan pria kelahiran Batang, 25 April 1964 ini, bahwa ketika pelaksanaan proyek yang dikelola oleh sekolah, banyak yang mengeluh ”pusing” kepadanya. Karena menurutnya, kegiatan disekolah saja masih banyak, kenapa guru harus di beri tugas yang tidak tahu spesifikasinya.
”Guru SD, selain jadi guru yang tugasnya khusus untuk mengajar, juga kadang-kadang menjadi penjaga sekolah, menjadi tenaga TU, alias merangkap semua. Kami berharap, agar guru fokusnya hanya pada siswa, jangan dibebani pada proyek yang bukan tupoksinya. Karena bukan bidangnya, banyak yang kepikiran yang mengakibatkkan sakit stroke dan sebagainya”, papar Pengurus PGRI cabang Batang ini.
Menyinggung pelaksanaan program kerja di SD Negeri Proyonanggan 9 UPT Disdikpora Batang yang dipimpinnya sejak 10 September 2009 ini, suami dari Sri Ila Kartikasari ini menegaskan, bahwa pihaknya tengah melaksanakan pembenahan-pembenahan di semua bidang, terutama pada bidang administrasi.
”Saat ini, sedikit demi sedikit kami tengah melakukan pembenahan seluruh administrasi sekolah, baik administrasi yang di pampang di dinding, administrasi guru maupun administrasi kepala sekolah, dengan tujuan untuk berusaha selalu memenuhi kewajiban. Dan pembenahan administrasi ini juga dalam rangka peningkatan mutu”, papar ayah dari Kholifatul Indah Kartika dan Guntur Saputra ini.
Lebih jauh dikatakan Ketua Gugus Ki Hajar Dewantoro UPT Disdikpora Batang ini, bahwa pihaknya juga tengah mempersiapkan menghadapi UASBN, dengan memberikan penambahan jam pelajaran pada sore hari kepada anak-anak.
“Pelaksanaan tes semester telah berjalan dengan baik, kami tinggal mempersiapkan untuk menghadapi UASBN. Untuk menghadapi UASBN nanti, kita sudah memberikan jam tambahan kepada anak-anak pada sore hari. Dalam hal ini, untuk memberikan tambahan pelajaran tidak hanya guru kelas 6, tapi juga melibatkan guru-guru yang lain”, paparnya.
Diakui Agung yang sedang melanjutkan studi pasca Sarjana di IKIP PGRI Semarang ini menuturkan, sekolah yang saat ini dipimpinnya mempunyai Visi : Kuat imannya, unggul dalam mutu, santun dalam perilaku dan patriot yang tangguh dengan jumlah siswa total 228 anak. Agung yang juga pecinta olahraga sepakbola ini mengakui, sekolah yang dipimpinnya sudah hampir sempurna dan representatif. Namun dirinya masih berharap adanya bantuan rehab gedung pertemuan.
“Untuk sekolah kita saat ini gedungnya sudah cukup semua. Kantin, ruang kasek, ruang guru, ruang mushola, perpustakaan, 6 lokal kelas, dan ruang pertemuan sudah ada. Namun saat ini saya masih berharap untuk bisa membenahi ruang pertemuan. Diharapkan, agar dapat bantuan untuk bisa direhab dan diperluas. Karena, selain untuk pertemuan gugus, ruangan ini juga untuk pertemuan ujian UT, ujian CPNS, pertemuan pramuka dan pertemuan-pertemuan yang lainnya karena memang letaknya strategis”, pungkas Agung yang berdomisili di Perumnas Kalisalak ini. (Trie)

SD NEGERI GUMAWANG 01 JUNJUNG TINGGI KEBERSAMAAN


Saat memasuki satuan pendidikan ini, terasa suasana keakraban dan keharmonisan serta kerukunan yang dibarengi dengan keteladanan. Semua warga sekolah mengakui, bahwa semua rasa di rasakan bersama-sama dan mengutamakaan keterbukaan dibidang apapun.
Kamsin, A.ma.Pd selaku kepala sekolah yang didampingi Endang Sri Indriyati, Ama.Pd selaku bendahara sekolah dan beberapa dewan guru lainnya menuturkan, bahwa manajemen keterbukaan ini sudah lama diterapkan di sekolah yang dipimpinnya ini.
”Pokoknya, manajemen keterbukaan ini kami lakukan agar tidak menimbulkan rasa su’udhon dan ini sudah menjadi aturan untuk saling terbuka dan transparan. Ada segala sesuatunya, kita mengutamakan musyawarah”, papar Kamsin.
Menyinggung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Gumawang 1, pria kelahiran Kendal, 19 Juli 1952 ini menuturkan, pihaknya mengeluhkan beberapa kendala yang ada di sekolah ini. Selain jumlah siswa yang sedikit, yakni 100 anak, pasrtisipasi dari orang tua juga minim.
“Kendala yang utama adalah kurangnya dukungan dari masyarakat untuk pengawasan pendidikan anak dirumah. Masyarakat di Desa Gumawang masih dibawah garis kemiskinan, bahkan anak-anak sepulang sekolah membantu orang tuanya untuk bekerja. Adapun usaha yang dilakukan pihak sekolah adalah memberikan pengarahan kepada wali murid dengan berbagai cara”, jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan kurangnya sarana dan prasarana sekolah. Di katakan Kamsin, sekolah yang dipimpinnya sudah lama tidak mendapat bantuan.
“Saat ini sekolah kita kurang gedung perpustakaan dan mebeler minimal untuk 3 ruang serta mebeler untuk guru”, keluhnya.
Namun demikian, diakui Kamsin, dari berbagai kendala yang ada tidak menyurutkan semangat dewan guru untuk menciptkan prestasi sekolah. Bahkan, alumni sekolah ini banyak yang sudah menjadi sarjana dan sekolah ini telah mencapai beberapa prestasi, terutama dibidang keagamaan dan olah raga. (Trie)

Minggu, 08 April 2012

SD NEGERI KLUWIH 2 LAKUKAN PEMBENAHAN TOTAL


Di bawah komando Suparno, S.Pd yang memimpin sejak September 2009, SD Negeri Kluwih 02 ingin melakukan pembenahan total. Beberapa prestasi yang sudah di capai akan ditingkatkan, dan akan menggali potensi-potensi lainnya.
Di katakan Suparno, S.Pd selaku kepala sekolah, bahwa saat ini pihaknya mulai merintis prestasinya. Terbukti, beberapa prestasi telah diraih, yakni juara III Lomba tari putra, juara II putri di tingkat kecamatan dan bidang ketrampilan mewakili kecamatan dan meraih juara harapan I di tingkat kabupaten Batang.
”Kalau bidang yang lain, kita memang masih ditingkat bawah. Namun kita akan tetap berusaha terus untuk meningkatkan prestasi di semua bidang. Kami mencoba merangkak dengan modal semangat secara pelan-pelan. Program peningkatan prestasi ini selalu kita bahas pada metting setiap hari Senin. Dalam pertemuan rutin ini, saya memberikan arahan kepada teman-teman guru, barangkali ada program yang teman-teman guru lupa, saya terus memantau”, tegasnya.
Di tambahkan pria kelahiran Boyolali, 16 Agustus 1961 ini, bahwa sejak kepemimpinannya, sudah banyak perubahan di sekolahnya. Mulai dari keadaan siswa, kelengkapan sarana prasarana, administrasi dan tenaga pendidiknya.
“Selama saya disini, pada saat upacara anak-anak semakin bagus. Siswa sudah berseragam, sudah pakai topi, dan dasi untuk senin, dan identitas sekolah juga sudah terpasang semua. Ini untuk siswa. Kemudian, kami juga memaksimalkan perpustakaan, kami pantau melalui petugas perpustakaan. Kebersihan juga kami pantau terus, kami juga menanam pohon penyejuk dan membangun wc baru. Untuk administrasi, seiring dengan KBM, kami juga membenahi secara total bidang administrasi. Kedepan, kami akan menyelesaikan pavingisasi, kami sudah koordinasi dengan kepala desa dan komite untuk bisa mendukung program-program sekolah”, jelasnya.
Namun di keluhkan Suparno, dirinya mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah kebiasaan guru-guru yang kurang disiplin. Dirinya berharap, hendaknya kedisiplinan guru agar ditingkatkan lagi.
”Kalau guru tidak disiplin, kasihan anak-anak. Ketika anak sudah siap mulai belajar, tapi guru belum juga hadir. Namun ini sudah kami perbaiki sedikit demi sedikit secara kekeluargaan dan kebersamaan terus kami rintis, karena bagaimanapun juga, sekolah adalah keluarga kedua, harus betul-betul tercipta suasana harmonis. Kepada teman-teman guru, saya juga menekankan agar teman-teman Guru harus banyak belajar. Karena kalau guru tidak mau belajar dan tidak mau membaca, pasti akan tergilas jaman, karena guru adalah yang terdepan, harus bisa menantang perkembangan jaman, harus bisa menjawab pertanyaan dari anak”, tegasnya.
Perlu di ketahui, SD Negeri Kluwih 02 bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memberikan pengobatan kepada siswa yang sakit dengan biaya yang di tanggung oleh sekolah. Dan untuk siswa yang tidak punya seragam, pihak sekolah juga membelikan seragam agar siswa tidak droup out hanya karena masalah seragam. (Trie)

SD NEGERI WONOTUNGGAL 2 BERUSAHA WUJUDKAN PRESTASI


Saat ini, prestasi yang ada di SD Negeri Wonotunggal 2 UPT Disdikpora Wonotunggal masih sangat terbatas. Namun sesuai dengan komitmen yang ada, jajaran Dewan Guru berusaha untuk mewujudkan prestasi sekolah.
Seperti disampaikan Muhtarom, Ama.Pd selaku kepala Sekolah, bahwa pihaknya saat ini belum melakukan usaha apapun. Namun pihaknya berjanji, ditahun-tahun yang akan datang, sekolah yang dipimpinnya akan mampu berprestasi.
”Yang diharapkan, pendidikan tetap harus bisa berkembang, tidak ada guru yang akan menelantarkan siswanya. Sesuai komitmen, kami akan berusaha, mungkin tahun depan akan bisa terlihat prestasinya. Saat ini kami melaksanakan tugas apa adanya dulu”, tuturnya.
Dipaparkan Muhtarom yang memimpin SD Negeri Wonotunggal 02 sejak bulan Desember 2009 ini, bahwa sekolah yang dipimpinnya sudah ada prestasi yang membanggakan di bidang olahraga, yakni tenis meja putra yang berprestasi di tingkat provinsi pada tahun 2010.
“Kedepannya, kami akan berusaha mewujudkan prestasi sekolah di bidang-bidang lainnya”, pungkas pria kelahiran Magelang, 6 Mei 1955 ini.
Perlu di ketahui, saat ini SD Negeri Wonotunggal 02 dengan jumlah total siswa 165 anak ini tengah mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan pramuka serta beberapa kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Hal ini sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan prestasi sekolah yang mempunyai visi ”Membentuk siswa yang beriman, cerdas, trampil, sehat dan berbudi luhur”. (Trie)

SMA BHAKTI PRAJA LIMPUNG INGIN KEMBALIKAN KEJAYAAN MASALALU


Dari tahun ketahun, SMA Bhakti Praja limpung yang berada dibawah naungan yayasan Korpri Kabupaten Batang mengalami penurunan jumlah siswa. Tercatat, pada tahun 2003, sekolah ini mampu mendidik siswa hingga 300 lebih anak. Dan pada klimaksnya pada tahun ajaran 2010/2011 sekolah ini hanya memiliki 108 siswa, ini dikarenakan menipisnya kepercayaan masyarakat kepada SMA Bhakti Praja Limpung.
Dijumpai diruangannya, Drs. Urip Kadaryanto selaku kepala Sekolah menuturkan, pihaknya ingin kembali mengambil simpati dan kepercayaan masyarakat agar sekolah ini kembali meraih kejayaannya dengan berbagai usaha yang sudah dirangkum dalam program kerjanya.
”Program kerja kita yang utama adalah mengembalikan kejayaan-kejayaan yang pernah diraih sekolah ini, diantaranya adalah meningkatkan jumlah siswa yang dari tahun ketahun semakin menurun”, tuturnya.
Adapun usaha yang dilaksanakan pihaknya adalah melengkapi fasilitas-fasilitas sekolah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
”Kami menggiatkan berbagai macam promosi, baik melalui leaflet, media dan berbagai kegiatan siswa, termasuk perkemahan, kegiatan keagaamaan dan melengkapi sarana prasarana sekolah, seperti memasang hotspot dan menambah komputer, khusus untuk praktek merakit komputer”, ungkap Urip yang memimpin sekolah ini sejak maret 2009.
Dipaparkan pria kelahiran Batang, 5 januari 1965 ini, bahwasannya SMA Bhakti Praja Limpung ini merupakan SMA Plus, dikarenakan sekolah ini memberikan kerampilan kepada siswa-siswinya, yakni ketrampilan merakit komputer.
”Anak-anak kami bekali ketrampilan merakit komputer, dan sebagai bentuk keseriusan kami, pada tahun ini kami membeli komputer untuk memperlancar praktek siswa. Diharapkan, dengan adanya ketrampilan ini, Siswa bisa merakit komputer sendiri dan tentunya bisa bermanfaat bagi mereka. Dan usaha kami tidak berhenti pada memberikan ketrampilan saja, namun kami juga memberikan fasilitas internet gratis untuk siswa 24 jam”, jelasnya.
Selain memberikan ketrampilan merakit komputer dan melengkapi laboratoriumnya dengan 20 unit komputer serta fasilitas internet gratis, SMA Bhakti Praja Limpung juga tengah mengembangkan program pertanian. Dan sebagai bentuk keseriusannya, pihak sekolah telah melengkapi sarana prasarananya untuk menunjang program ini.
”Dan yang lebih utama adalah program pembinaan mental siswa. Saat ini sekolah kita tengah gencar melaksanakan program ini. Dikarenakan, selama ini siswa kita terkenal dengan kenakalannya, jadi kita siapkan guru untuk membina anak-anak agar kedepannya siswa bisa lebih bermartabat dan lebih baik, sehingga tercipta suasana nyaman, baik didalam maupun dilingkungan sekolah. Ini semua kami programkan karena kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sekolah kita”, imbuhnya.
Perlu di ketahui, SMA Bhakti Praja Limpung saat ini telah melengkapi fasilitas-fasilitas sekolah, diantaranya gedung yang cukup memadai, ruang belajar, laboratorium IPA, Perpustakaan, laboratorium komputer, ruang media, ruang OSIS, ruang UKS dan koperasi siswa.
”Kami harapkan adanya kaadilan pemerintah dalam membina sekolah sekolah yang ada, termasuk kepada sekolah swasta, jangan sampai justru dibiarkan bubar. Dan kepada masyarakat, kita menginginkan agar supaya masyarakat kembali mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di sekolah kami, karena sekolah kamipun memberikan ketrampilan seperti sekolah kejuruan lainnya, yang nantinya bisa dimanfaatkan usai lulus sekolah”, pungkasnya. (Trie)

Minggu, 24 April 2011

KEGIATAN KKG PROGRAM BERMUTU GUGUS YOS SUDARSO BATANG


Kegiatan KKG Program Bermutu yang diselenggarakan oleh Gugus Yos Sudarso UPT Disdikpora Batang ini diikuti oleh 56 guru kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 yang terdiri dari 9 sekolah, yakni 1 SD inti (SD Negeri Karangasem 04) dan 8 SD imbas lainnya.

Dijumpai disela-sela kegiatan, Casodo. SPd.SD selaku Ketua KKG Gugus Yos Sudarso yang didapingi oleh Sunardi, S.Pd selaku ketua Gugus mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas kerja yang mengacu pada 4 kompetensi guru.

”4 kompetensi tersebut adalah Pedagogik, profesionalisme, sosial dan pengembangan diri yang kami kupas dalam 19 kali pertemuan, 3 kali in servis dan 16 kali onservis”, jelasnya.

Dipaparkan Casodo yang juga sebagai Guru SD Negeri Karangsem 10 ini, bahwa kegiatan Tahap I adalah inservis. Kegiatan inservis ini dilaksanakan selama 3 hari yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus lalu yang di buka oleh Pengawas TK/SD dabin 2 UPT Disdikpora Batang untuk mengawali kegiatan onservis yang 16 kali pertemuan.

”Kegiatan inservis diisi dengan materi pendahuluan dan materi pengenalan penggunaan teknologi TIK, yang kedua KTSP, ketiga pengenalan bahan belajar mandiri, model-model pembelajaran, metode pembelajaran dan studi kasus, lesson studi dan learning jurnal dan ditambah bank soal serta kisi-kisi”, paparnya.

Casodo juga menjelaskan, kegiatan inservis dilanjutkan dengan kegiatan onservis yang dilaksanakan sebanyak 16 kali pertemuan setiap hari sabtu.

”Kegiatan On servis mengupas tentang generik-generik yang muaranya pada PTK. Disamping itu ada kegiatan ICT selama 2 kali pertemuan. Dikandung maksud agar guru itu bisa mengoperasikan menulis dengan mengunakan komputer dan penjelajahan internet”, imbuhnya.

Kegiatan KKG Program Bermutu ini di isi oleh Narasumber dari kabupaten atau yang lebih dikenal dengan istilah DCT atau guru pemandu dari tingkat kabupaten.

“Kegiatan ini dibiayai dari dana Program DBL program bermutu dengan besaran nominal tahap pertama 27 juta. Yang pelaksanaannya sesuai aturan yang memberi pinjaman”,pungkas pria Batang, 21 September 1969 ini. (Trie)

Minggu, 13 Maret 2011

SD Negeri Gondang 02 Subah “Maju Untuk Meraih Prestasi”


“Mari kita maju untuk meraih prestasi”, itulah kata ajakan yang dilontarkan Komarun, S.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri Gondang 02 UPT Disdikpora kecamatan Subah mengajak seluruh elemen untuk memajukan sekolah yang dipimpinnya sejak 1 Oktober 2009 lalu ini melalui visi dan misi sekolah sekolah.
Dijumpai diruangannya, pria kelahiran Klaten, 13 April 1962 ini menegaskan bahwa dengan adanya kerjasama yang bagus dari semua pihak dan kemauan untuk meningkatkan sumberdayanya masing-masing, maka kedepannya SD Negeri Gondang 02 akan maju.
“Usaha yang akan kami jalankan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan juga meningkatkan kerjasama antar guru, komite dan masyarakat serta dukungan dari pemerintah”, tegasnya.
Ditambahkan kepala sekolah yang mengantongi SK per 10 September 2009 ini, bahwa program-program yang tengah dilaksanakannya adalah meneruskan program-program kepala sekolah yang lama, yakni menata lingkungan, pavingisasi halaman, penataan ruang dan meningkatkan prestasi akademisi.
“Selain meneruskan program kepala sekolah yang lama, kami juga melaksanakan program prioritas untuk meningkatkan akademisi, dan untuk mempersiapkan lomba-lomba mata pelajaran serta olimpiade dan memanfaatkan ruangan yang telah ada serta peningkatan dibidang olahraga, terutama volley yang sering menjuarai ditingkat kecamatan”, jelasnya. (Trie)

Sabtu, 12 Maret 2011

SD NEGERI KURIPAN 02 MASIH BUTUH PEMBENAHAN


Sekolah yang pada tahun 2009 mendapat alokasi bantuan 2 lokal kelas dan 1 unit sanitasi ini kedepannya akan melakukan pembenahan. Paling tidak, inilah komitmen yang dilontarkan Ahmad Solihin, S.Pd.i, selaku kepala sekolah yang memimpin SD Negeri Kuripan 02 Subah sejak per 10 september 2009 lalu ini.

Dijumpai pada saat mengawasi jalannya pembangunan sekolah pada akhir tahun lalu, pria kelahiran Batang, 29 Mei 1962 ini menegaskan, bahwa program unggulan yang akan dijalankannya adalah untuk memajukan SD Negeri Kuripan 02 Subah.

“Yang jelas, saat ini kita masih berkonsentrasi pada bangunan. Tahun ini kita mendapat bantuan dari DAK sebanyak 2 lokal dan 1 sanitisai yang kita alokasikan untuk membangun 3 ruang kelas, sanitasi dan pengembangannya 1 lokal serta mebeler 25 set”, katanya.

Dijelaskan Ahmad Soikhin yang didampingi dewan guru, pihaknya juga tengah menyusun dan melaksanakan beberapa program unggulan yang diantaranya meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan SDM, menata lingkungan dan mengaktifkan ekstrakurikuler.

“Guna mendukung program unggulan yang telah kami susun, hendaknya didukung pula dengan unsur pendukungnya, yang diantaranya perpustakaan, dan mebeler. Dan pada tahun ini sekolah kita mendapat bantuan mebeler 25 set, sedangkan kebutuhannya masih 4 kelas lagi. beserta almari buku kelas dan meja guru juga diperlukan”, imbuh beberapa dewan guru.

Dengan terlengkapinya kebutuhan sekolah, mantan guru Agama SD Negeri Karangtengah 01 menegaskan, pihaknya akan berusaha mewujudkan sekolah yang unggul dan berpestasi.

“Harapan kami agar kekurangan itu bisa teratasi, terutama kelengkapan seperti mebeler, prioroitas kedua kelengkapan lantai dan perpustakaan. Mungkin kalau ketiganya itu bisa terasasi, bisa akan ada kemajuan”, tegasnya. (Trie)

SMP NEGERI 8 BATANG RAYAKAN ULTAH YANG KE 11


5 Januari 2010 yang lalu, SMP Negeri 8 Batang merayakan hari jadinya yang ke 11. Dalam rangka memperingatinya, panitia yang di ketuai oleh Hj. Kholifatul Aliyah, S.Pd ini menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya sepeda sehat untuk semua warga sekolah dengan disertai adanya doorprise, kemudian dilanjutkan dengan lomba memasak nasi goreng bagi bapak-bapak guru dan TU, dan untuk ibu-ibu guru dan TU mengikuti lomba bulu tangkis, serta kegiatan untuk para siswa diantaranya lomba melukis, kaligrafi, dan karaoke yang kemudian ditutup dengan pentas band siswa dan alumni.
Seperti disampaikan Suranto, S.Pd selaku kepala sekolah yang di dampingi Bisri, S.Ag selaku Wakil Kepala Sekolah mengatakan, bahwa selain merayakan dengan penuh keceriaan, SMP Negeri 8 Batang juga menggelar kegiatan bhakti sosial sebagai bentuk peduli dengan sesama. “Kegiatan bhakti sosial kami adakan 1 hari kemudian dengan menyerahkan sembako yang di donasi oleh guru-guru dan karyawan, serta alat-alat tulis dari para siswa untuk diberikan kepada anak-anak panti asuhan di Karangasem dan Kauman”, jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Suranto, kendati kegiatan yang bertemakan “Dengan semangat HUT SMP Negeri 8 ke 11, kita tingkatkan kinerja dan pengabdian serta terwujudnya insan yang berakhlak mulia berilmu dan berprestasi tinggi” ini tidak terencana, tapi menurutnya kegiatan berjalan dengan sukses.
“Kegiatan berlangsung meriah. Dan yang paling utama adalah, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kegiatan sekolah kepada masyarakat, sesuai dengan temanya itu, bahwa sekolah kita banyak kegiatan yang bermanfaat bagi siswa, dan untuk menciptakan animo kepada masyarakat agar sekolah disini”, imbuhnya.
Kedepannya, lanjut mantan kepala sekolah SMP Negeri 2 Reban itu, Program tahun depan untuk merayakan hari jadinya, SMP Negeri 8 akan ada sunatan masal yang diikuti dengan kegiatan sekolah lainnya.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa mengetahui kegiatan sekolah dan masyarakat bisa berinteraksi dengan kita. Tujuan kita adalah memperkenalkan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa mendukung kegiatan itu. Secara internal, kita juga sedang meningkatkan rasa kekeluargaan sesama warga sekolah”, imbuhnya.
Menyinggung program kerja yang akan diterapkan pada manajemen SMP Negeri 8, Suranto mengatakan, bahwa pihaknya akan meningkatkan di semua aspek. “Program yang baru akan kami laksanakan secara menyeluruh, kita akan meningkatkan semua aspek, baik akademis maupun non akademis. Untuk bidang kerohanian juga akan kita tingkatkan, apalagi menjelang ujian nasional kita merasa prihatin, untuk bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah ada, untuk itu kita sering koordinasi dengan teman-teman”, pungkasnya. (Trie)

Kamis, 20 Mei 2010

Aris Chambari, S.Pd – Ketua Gugus Gajah Mada Subah

“Kita Tekankan Agar Guru Ada Kemajuan”

Dalam upaya untuk menciptakan Guru yang professional dan bisa lebih maju, Gugus Gajah Mada UPT Disdikpora Subah rutin mengadakan pertemuan-pertemuan gugus, salah satu diantaranya adalah pertemuan KKG.

Seperti yang disampaikan Aris Chambari, S.Pd selaku ketua Gugus Gajah Mada yang didampingi Ketua KKKS – H. Masrur, S.Pd, dan ketua KKG Gugus Gajah Mada Komarun, S.Pd disela-sela acara mengatakan, bahwa kegiatan KKG digugus gajah mada yang beranggotakan SD Imbas yang diantaranya SD Negeri Adinuso 02, SD Negeri Sengon 01, SD Negeri Sengon 02, SD Negeri Sengon 03, SD Negeri Durenombo 01 SD Negeri, Negeri Durenombo 02 dan SD Negeri Clapar ini selalu rutin diselenggarakan demi kemajuan pendidikan di Gugus Gajah Mada khususnya dan di Kabupaten Batang pada umumnya.

Selaku pemateri, Aris menjelaskan, Kegiatan KKG kali ini di fokuskan pada PTK (Penelitian Tindakan Kelas), yaitu suatu kegiatan untuk mencermati suatu obyek untuk memperoleh data yang akurat, obyeknya adalah kelompok siswa dalam waktu yang sama saat menerima pelajaran. “Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki mutu praktek pembelajaran. Kita tekankan agar guru ada kemajuan. Misalnya dalam pembelajaran IPA dan Matematika siswa kurang tertarik, guru harus banyak menggunakan alat peraga. Diharapkan guru bisa menambah sistem pembelajaran dengan menggunakan alat peraga”, jelasnya.

Menurut Aris, Alat peraga bisa didapatkan dilingkungan sekolah tanpa harus membeli, karena dengan alat peraga bisa menanggulangi kemampuan kreatifitas siswa yang masih rendah. “Dalam hal ini, Guru dituntut untuk bisa memberikan motivasi agar siswa lebih kreatif”, imbuhnya.

Ditambahkan pemateri lainnya, yakni H. Masrur, S.Pd yang juga selaku ketua KKKS kecamatan Subah menambahkan, pihaknya berharap, agar Gugus Gajah Mada atau Gugus-gugus yang lainnya di Kecamatan Subah bisa menjadi gugus yang bermutu. “Gugus yang BERMUTU yakni Better Education Trought Reformed Manajemen and Universal Teacher Upgrading. Dalam hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam mereformasi / merubah diri sebagai tenaga pendidik tentunya”, imbuh H. Masrur yang juga Kepala sekolah SD Negeri Negeri Sengon 01 ini.

Dijelaskan H. Masrur, bahwa materi ini sedang disosialisasikan olehpihaknya. “Digugus sedang digalakkan, selalu mengadakan KKG setiap hari sabtu di masing-masing SD Inti. Intinya, akan disosialisasikan ke Gugus-gugus yang lain, harapan gugus yang bermutu adalah mereformasi pendidikan bagi guru, memperkuat upaya peningkatan mutu, memperbaharui sistim akuntabilitas untuk meningkatkan kinerja dan karir guru serta meningkatkan monitoring dan evaluasi mutu guru dan diharapkan Guru bisa meningkatkan pengetahuan dalam hal kemampuan (skill) dan dapat diimplementasikan didalam sekolah masing-masing”, paparnya.

Sementara itu, ketua KKG Gugus Gajah Mada Komarun, S.Pd mengatakan, Rapat atau kegiatan KKG Gugus Gajahmada meliputi Kompetensi silabus, Strategi pembelajaran dan Media pembelajaran serta evaluasi. “Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sabtu, dan dalam tahun 2009 akan dilaksanakan 16 kali pertemuan dan mendapatkan pemateri dari LPMP sebanyak 2 kali”, pungkasnya. (Trie)

Rabu, 19 Mei 2010

Salam redaksi & Editorial Edisi 9

Batang berkembang 43 tahun sukses!

Rencana Strategis (Renstra) pendidikan nasional 2009 adalah Point of No Return. Presiden, Kabinet, Mendiknas, Gubernur Jawa Tengah dan seluruh Bupati/Walikota se Jawa Tengah telah commited terhadap prioritas pendidikan atau pendidikan adalah panglima pembangunan nasional.

Dukungan anggaran pendidikan 20 % atau lebih – MoU 50% - 30 % - 20 % untuk pembangunan sarana dan prasarana - BOS Mutu pendidikan telah dipenuhi oleh pusat dan pemerintah daerah.

SKL 5,5 harus tercapai menuju ideal SKL rata-rata 7, seperti telah terealisir oleh Negara tetangga dan Asia Pasific. Sekolah standar Nasional (SSN) – Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) telah dicanangkan 5 tahun ini dan diwujudkan.

Rakyat dan orang tua siswa menagih kesiapan dan tekad untuk mewujudkan dari pihak guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan serta jajaran teknis untuk membuktikan !?!

Kesejahteraan guru, sertifikasi dan kenaikan berjenjang telah diberikan oleh rakyat lewat APBN/APBD dari pemerintah.

Mari Holopis Kuntul Baris, bersama Pemerntah - Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah seluruh Jawa Tengah, khususnya Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Kabupaten Batang selalu mengawal/antisipatif guna suksesnya pembangunan pendidikan di Kabupaten Batang.

Wujudkan “Learning school – Learning Nation” !!!!. hanya dengan kerja keras dan pengabdian guru-guru SEMUA BISA TERWUJUD !!!

Hidup Guru dan Tuhan bersama kita.


Marhaban Ya Tahun 2009

“TAHUN BERMAKNA DAN PENUH TANTANGAN”

Assalamualaikum

Salam sejahtera

Tanpa kita sadari, dan akhirnya edisi ini sarat berbagai warna. Maka “Romo” ingin mengingatkan kita semua pelaku dan pemerhati pendidikan, apapun tugas suci didepan kita penuh dengan tantangan dan mau tidak mau kita selesaikan sebagai official magazine yang diterbitkan untuk mengawal mutu pendidikan, sekaligus peduli tiada henti akan keberhasilan kerja jajaran pengelola pendidikan.

Diakui atau tidak, ternyata situasi dan kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Batang tetap kondusif. Bulan-bulan ini ditandai dengan kebangkitan lahirnya Kabupaten Batang ke 43 tahun, hari kepahlawanan wanita Indonesia RA Kartini, Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.

Maka, kami pengasuh Majalah Jurnal Pendidikan Batang Berkembang dan seluruh stake holder pendidikan menyambut “syukur” dan proficiat. Semoga bangsa Indonesia dan warga Kabupaten Batang tidap akan pernah melupakan pada jasa pahlawan nasional kita, justru BUKAN BANGSA BESAR kalau tidak menghargai Pahlawan- Pahlawannya.

Lewat guru dan pendidikan, tanamkan tunas-tunas patriot bangsa ini, baik siswa, guru dan ustadz-ustadzah perlu berdiri digaris depan dalam Nation and Character Buildings dan pembangunan daerah serta nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Mari bekerja bersama, dan jayalah rakyat Indonesia !!

Dirgahayu Kabupaten Batang ke 43, semoga selalu jaya.

Amien Ya Robbal Alamin .

Hj. Indah Mulyani, SH, MSi ;

“Dengan Kenaikan BOS, Diharapkan Mutu Pendidikan Meningkat”

Salah satu solusi dari Pemerintah melalui Depdiknas untuk menanggulangi anak usia sekolah yang masih belum mendapatkan kesempatan bersekolah yakni dengan adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Komitmen ini kembali diwujudkan, dengan mengalokasikan peningkatan bantuan tersebut ditahun 2009 ini.

Seperti penuturan Hj. Indah Mulyani, SH, MSi selaku Manajer BOS Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, bahwa untuk tahun anggaran 2009 ini, ada kenaikan sebesar 50 %. “Untuk SD dan SMP ada kenaikan, SD yang tadinya setahun mendapat alokasi 254.000/siswa/tahun, sekarang menjadi 397.000/siswa/tahun, sehingga ada kenaikan sebesar 11.917/bulan dan untuk SMP, dari 354.000/siswa/tahun menjadi 570.000/siswa/tahun, sehingga asumsi kenaikannya berjumlah 18.000/siswa/bulan atau 50% dari alokasi per siswa pada tahun sebelumnya.”, tuturnya.

Diharapkan Wanita kelahiran Semarang 27 Mei 1956 ini, bahwa dengan adanya kenaikan Bantuan Opersional Sekolah, diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Batang bisa meningkat.

“Dengan adanya peningkatan ini kami berharap, kedepan Mutu pendidikan di Kabupaten Batang bisa meningkat. Dalam hal ini, pengelola satuan pendidikan bisa mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar, meningkatkan prosentase angka kelulusan SD dan SMP meningkat, dan meningkatkan Nilai rata-rata UASBN dan UN serta meningkatkan pelayanan pendidikan”, harapnya.

Dipaparkan Bu Indah panggilan akrabnya, bahwa bantuan BOS yang dikelola Disdikpora Kabupaten Batang yakni untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB dan SMP Terbuka di Kabupaten Batang, yang pencairannya bertahap setiap 3 bulan sekali, dan selebihnya dikelola oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Penggunaan Dana BOS oleh sekolah harus berpedoman pada buku pedoman BOS tahun 2009 yang telah diterbikan oleh Depdiknas dan ketentuan yang berlaku. Dan diharapkan, pihak sekolah dalam melakukan pengadministrasian BOS untuk lebih ditertibkan”, pintanya.

Selain itu, menurutnya, Dana BOS periode Januari-Maret dan April-Juni 2009 sudah termasuk untuk pembelian buku teks pelajaran, yakni untuk SD/SDLB membeli buku IPS kelas 4, 5 dan 6 serta buku PKn untuk kelas 1 hingga kelas 6. “Sedangkan SMP, SMPLB dan SMP Terbuka untuk membeli buku IPA dan PKn kelas 7 hingga 9, masing-masing 1 buku tiap siswa. Ketentuan pembelian buku tersebut sesuai juknis dari Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah”, paparnya.

Menyinggung adanya perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, Hj. Indah Mulyani, SH, MSi yang juga selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang menjelaskan, bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang nomor 3 tahun 2008 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) dinas Kabupaten Batang, maka untuk SOTK Dinas Pendidikan namanya lini berubah menjadi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga atau disingkat Disdikpora Kabupaten Batang.

Adapun susunan organisasi untuk SOTK Disdikpora Kabupaten Batang terdiri dari Kepala Dinas yang dijabat H. Priyodigdo, SE, MM, Sekretariat Dinas yang dijabat Hj. Indah Mulyani, SH, MSi yang membawahkan Sub Bagian Program, Keuangan dan Kepegawaian.

Selain itu, ada beberapa bidang lainnya diantaranya Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) yang dikepalai Dra. Ainun Mardiyah yang membawahkan Seksi Mutasi dan Promosi, Seksi Pengembangan Profesi, Seksi Penghargaan dan Perlindungan. Kemudian untuk Bidang SMP/Dikmen yang dikepalai Drs. Sabar Mulyono yang membawahkan Seksi Kurikulum, Seksi Kesiswaan dan Seksi Sarana Prasana, serta Bidang TK SD yang dikepalai Drs. Mugiharjo yang membawahkan Seksi Kurikulum, Seksi Kesiswaan dan Seksi Sarana Prasana, dan Bidang Pemuda, Olahraga dan Pendidikan Non Formal yang dikepalai Drs. Paham Suhardi yang membawahkan Seksi Kependidikan, Keolahragaan dan Kesenian, Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesetaraan serta Seksi Pendidikan Masyarakat.

Adapun lainnya, dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas yang menduduki dimasing-masing kecamatan dan Kelompok Jabatan Fungsional yakni Pengawas TK/SD serta Pengawas SMP dan Pengawas SMA. (Trie)

SMP NEGERI 1 BANDAR TERAPKAN PROGRAM PAS



Sebagai kado Hari jadi Kabupaten Batang yang ke 43 tahun, SMP Negeri 1 Bandar memberikan kado istimewa berupa peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui program PAS (Paket Aplikasi Sekolah).
Selama kepemimpinan Rusdiyanto Citrowibowo, S.Pd sejak tahun 2005 lalu, SMP Negeri 1 Bandar memang selalu memberikan warna dan perubahan tersendiri. Bagaimana tidak, sekolah ini selalu meningkat prestasinya, baik prestasi akademik dan non akademik, dan terbukti sekolah ini bisa meraih peringkat ke-2 di Kabupaten Batang dan beberapa kali mampu meraih 100 % prosentase kelulusannya sejak masa kepemimpinannya, yang pada akhirnya, ditahun kedua sekolah ini juga dinobatkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN).

Pun yang terjadi pada akhir Februari lalu, sekolah ini telah melakukan gebrakan baru, yang memang baru satu-satunya di Kabupaten Batang, yakni menerapkan program PAS atau Paket Aplikasi Sekolah yang selama ini baru diterapkan disekolah sekolah bertaraf internasional.

Menurut pria kelahiran 12 Agustus 1957 ini, bahwa program PAS dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi orang tua siswa untuk mengetahui informasi-informasi yang ada disekolah melalui SMS. “Saat ini, program PAS masih dalam tahap pengembangan. Kedepan, kami akan mempermudah masyarakat untuk mengetahui informasi-informasi yang kami sajikan, yang diantaranya untuk mengetahui jumlah ketidakhadiran siswa per bulan baik status IJIN, SAKIT dan ALPA; dengan cara mengetik ABS , dan dikirimkan melalui nomor 085641647458 dengan tarif normal”, jelasnya.

Kedepannya, lanjut Rusdiyanto, masyarakat juga bisa mengetahui informasi-informasi lainnya yakni informasi tentang penerimaan siswa baru dengan mengetik PSB , dengan tujuan memeriksa diterima/tidaknya nomor_calon_siswa yang dikirimkan; kemudian UNMAX, untuk menampilkan nilai Ujian Nasional Maksimal; UNMIN, untuk menampilkan nilai Ujian Nasional Minimal; PASS, untuk menampilkan Passing grade dalam penerimaan siswa baru; BP3 , untuk mengetahui tanggal dan jumlah pembayaran BP3 terakhir yang siswa lakukan; WALI , untuk mengetahui nama wali kelas dan NIP di tingkat, program pengajaran/jurusan dan rombongan belajar (rombel) tertentu; HADIR , untuk mengetahui ketidakhadiran siswa yang terakhir yang tercacat; STS_SISWA , untuk mengetahui status siswa pada tahun ajaran aktif; dan NILAI , untuk mengetahui 3 nilai siswa per jenis tagihan terakhir yang tercatat.

Diakui Rusdiyanto, kemantapannya memakai program ini dikarenakan program ini merupakan program yang telah diaplikasikan pada sekolah-sekolah SBI. “Kami melihat program ini diterapkan pada sekolah SBI, dan kemudian kami menindaklanjuti dengan melakukan studi banding ke SMP Negeri 1 Malang yang notabene berstatus SBI. Dan untuk menjalankan dan menangani program ini, kami telah memiliki tenaga-tenaga muda yang berpotensi. Namun sayangnya, kami masih membutuhkan beberapa pengembangan lagi, diantaranya Absensi Digital, karena kalau kita masih pakai manual, kita masih melakukan penghitungan dan melakukan entri tiap hari, tapi kalau pakai digital kita bisa melaksanakan per mata pelajaran, sehingga bisa meningkatkan kedisiplinan, baik siswa maupun gurunya”, papar ketua MKKS SMP Kabupaten Batang ini.

Pihaknya berharap, program sekolah untuk maju ini bisa didukung oleh pemerintah daerah dan bisa diterapkan disekolah sekolah lainnya di Kabupaten Batang. “Melalui program ini, kita bisa memberikan pelayanan secara moderen menggunakan tekhnologi informatika. Untuk itu kami mohon dukungan dari pemda agar kemajuan pendidikan di Kabupaten Batang ini bisa terwujud, dan hendaknya semua sekolah bisa menerapkan program ini, sehingga kita bisa meningkatkan pendidikan di Kabupaten Batang, toh biayanya tidak mahal”, harapnya.

Selain program PAS yang tengah dilakukan pengembangan, SMP Negeri 1 Bandar juga mempunyai beberapa program menuju peningkatan kualitas lainnya, yang diantaranya penyelenggaraan Manajemen qolbu yang dilaksanakan setiap hari senin, penghargaan bagi yang berprestasi, menerapkan iptek kepada guru-guru, dan rencananya akan mengadakan kursus bahasa Inggris untuk guru-guru serta akan dicanangkan Engglish Day disekolah ini. (Trie)

SMP NEGERI 03 WARUNGASEM TANAMKAN MORALITAS SISWA



Tuntutan akan perubahan merupakan konsekuensi dari kemajuan jaman yang pada akhirnya setiap orang harus mampu memilih dan memilah mana saja yang positif dan bermanfaat bagi kehidupannya. Terlebih lagi di dalam dunia pendidikan yang sangat rentan terhadap pola dan kehidupan yang terjadi khususnya pada tingkatan remaja atau anak didik yang harus di bekali dan di arahkan pada pola kehidupan yang lebih bermoral sebagai landasan berinteraksi dan bergaul di masyarakat, terutama pada lingkungan pertemananan yang sering kali menuntut kewaspadaan dan sekaligus pemantauaan yang lebih seksama agar setiap kemungkinan yang bisa timbul dan berdampak negatif dapat di antisipasi sejak dini.

SMP Negeri 03 Warungasem sebagai salah satu intitusi pelaksana pendidikan menengah pada tingkat pertama telah melakukan program-program pendukung yang elegan dan bermartabat yang di komunikasikan terhadap tokoh masyarakat maupun orang tua wali agar pertumbuhan dan perkembangan anak didik sejalan dengan tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih mengedepankan partisispasi yang sekaligus juga untuk pembentukan karakter dan sikap mental positif ( Attitud ) yang nantinya dapat memberikan bekal pada siswa untuk bisa berkompetinsi dengan kebutuhan dan perkembahan sosial masyarakat pada tingkatan yang diatasnya .

Terlebih lagi dengan keberadaan kepala sekolah yang kini baru menjabat kurang lebih satu tahun ini, yakni Sabar, S.Pd telah menata dan mencanangkan beberapa program peningkatan mutu dan moralitas siswa yang hal ini tentunya sangat disambut baik oleh wali murid dan masyarakat sekitar sekolah, seperti mulai tertatanya beberapa infrastuktur sekolah yang kini sedang dilengkapi dengan mushola sekolah yang dapat digunakan untuk pembinaan kerohaniaan yang di barengi dengan semakin disiplinnya siswa dan guru serta staff pengajar dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing masing, yang sekaligus mulai meningkatnya kualitas pendidikan di SMP Negeri 03 Warungasem dan pola pengembangan potensi siswa yang dapat tersalurkan melalui beberapa kegiatan extrakurikuler yang sangat diminati siswa dan yang jelas penanganan tingkat kenakalan remaja.

Yang lebih khusus lagi, pembinaan siswa yang dilakukan sejak dini seperti program penyuluhan oleh Bimbingan konseling dan kegiatan keagamaan yang pada tanggal 7 Maret lalu diselenggarakan berupa Kegiatan Maulid Nadi yang diselingi rebana yang di tampilkan oleh siswa sendiri dengan penceramah Ustad Affifudin Al hafizd, di mana dalam uraiannya menekankan pada penguatan keimanan dengan mencontoh pola kehidupan rosullulloh sebagai rohmatan nilalamin.

Di temui di ruang kerjanya, Sabar, S.Pd selaku kepala sekolah di sela sela acara maulid nabi menuturkan bahwa pihaknya tengah berupaya, disamping membenahi kedisiplinan siswa dalam waktu belajar, kerapian berpakaian dan mengikuti proses belajar dengan baik, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama orang tua wali murid agar lebih memperhatikan lagi perkembangan dan kemauan anaknya untuk bisa lebih giat lagi dalam menimba ilmu yang nantinya dapat menjadi bekal dalam bermasyarakat, tegasnya.

Yang pada akhirnya harapan dari semua pelaku pendidikan adalah menciptakan generasi bangsa yang lebih unggul agar harkat dan martabat bangsa dapat sejajar dengan bangsa lain di dunia yang tentunya kesemuanya itu dapat terwujud dengan upaya sungguh -sungguh dan adanya dukungan serta partidisipasi masyarakat secara swadaya dan swadana. (Nuridin)

SD NEGERI WONOKERSO 02 SUKSESKAN WAJARDIKDAS


Sebagai bentuk tanggung jawab pelaku dan pengelola pendidikan, jajaran pendidik SD Negeri Wonokerso 02 Kandeman dibawah komando Wiharto, Ama.Pd turut serta menyukseskan program yang telah dicanangkan pemerintah, yakni Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun (Wajardikdas 9 Tahun).

Hal ini bukan hanya sebagai isapan jempol belaka, namun sudah dibuktikan oleh segenap jajaran dewan Guru SD Negeri Wonokerso 02, untuk turut mendorong anak-anak didiknya untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

“Kami selalu mendorong anak-anak dan orang tua siswa agar anak-anak bisa melanjutkan ke SMP setelah lulus dari sekolah dasar. Dalam hal ini, minimal anak-anak bisa mengenyam pendidikan dasar”, tutur Wiharto yang baru pulang membesuk salah satu siswanya yang sakit.

Dipaparkan Wiharto yang didampingi Sarmudi, Ama.Pd dan Sarminta, Ama.Pd, bahwa Desa Wonokerso yang notabene Desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan nelayan ini kedepannya harus lebih maju, untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami turut bertanggungjawab untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, minimal anak-anak Desa Wonokerso. Terbukti, lulusan sekolah kami selalu melanjutkan ke SMP. Untuk lulusan tahun ajaran 2007/2008 lalu saja, 25 dari 29 anak lulusan kami melanjutkan ke SMP, dan alumni SD Negeri Wonokerso ada yang hingga melanjutkan ke perguruan tinggi”, imbuhnya.

Menyinggung prestasi anak didiknya, pria kelahiran 8 April 1951 ini memaparkan, sekolah yang mempunyai visi mencerdaskan anak didik agar menjadi masyarakat bermoral, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mencintai bangsa dan Negara ini telah mencapai posisi II di Kecamatan Kandeman untuk prestasi akademiknya. Tercatat, untuk hasil UASBN tahun lalu mencapai nilai rata-rata tertinggi 8,05.

“Selain itu, kami ada prestasi andalan dibidang non akademik yakni olahraga Bridge, yaitu olahraga yang secara langsung mengasah dan meningkatkan kecerdasan otak manusia. Beberapa prestasi pada yang telah tercatat diantaranya Juara II Popda Kabupaten Batang, Juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah, Juara I dan II Walikota Cup Solo”, pungkasnya. (Trie)

DEA VAYAPRAJNA SURYONO INGIN LANJUTKAN MODELING USAI LULUS SEKOLAH

Bukan karena putus harapan, namun inilah bentuk komitmen dari Dea Vayaprajna Suryono. Siswi kelas 9 B SMP Negeri 1 Reban ini berkomitmen untuk vakum didunia modeling sementara waktu, kendati bakatnya didunia modeling bisa dikatakan cukup berprestasi.

Bakat yang sudah ditekuninya sejak duduk dibangku taman kanak-kanak (TK) ini dalam perjalanannya sempat menyabet 4 kali juara pertama, kendati karirnya sempat terhenti beberapa tahun karena mengikuti sang Ayah yang bertugas di luar Pulau Jawa saat dirinya masih duduk di kelas 2 bangku sekolah dasar.

Gadis kelahiran 9 maret 1994 yang baru merayakan ulang tahunnya yang ke 15 ini seperti penuturan sang Ayah, dirinya gemar sekali berjalan lenggak-lenggok, atau orang Jawa bilang “Lenjeh”. Dari gelagat itulah, pasangan Asep Teguh Arifiyanto dan Nurdiah Wahyuningsih mendorong anak pertamanya ini untuk mencoba mengembangkan bakatnya.

Warga Desa Cokro RT. 02 RW.01 Blado ini, kendati beberapa waktu lalu disibukan dengan kegiatan modeling, prestasi akademik disekolahnya masih cukup lumayan, paling tidak masih bisa masuk peringkat 10 besar dalam prestasi kelas. Untuk itu, kakak dari Kevin Dewa Suryana ini sementara masih fokus dalam kegiatan belajar, baik yang diselenggarakan disekolah maupun belajar dirumah, guna mengejar ketertinggalannya selama ini. “Sementara ini saya masih fokus dalam kegiatan belajar disekolah dan dirumah, tapi nanti kalau udah selesai sekolah atau kuliah, modeling akan dikembangin lagi”, tuturnya lirih.

Hal ini sesuai dengan motto hidup gadis yang biasa disapa Dea ini, yakni belajar dari kesalahan yang artinya kesalahan yang dilakukan jangan sampai diulangi lagi, dan jadikan kesalahan itu sebagai acuan atau pengalaman untuk bisa lebih baik lagi. “Tentunya disemua bidang”, jelas Dea sambil tersenyum simpul. (Trie)

Kamis, 01 April 2010

Drs. Sabar Mulyono : “persiapan ujian nasional diawali dari pendataan peserta yang valid”


Dijumpai usai serah terima jabatan Eselen III dan IV dilingkungan Disdik Pora Kabupaten Batang tanggal 13 Februari 2009 lalu, Drs. Sabar Mulyono selaku Kepala Bidang Pendidikan SMP/Dikmen menuturkan, saat ini pihaknya tengah fokus dibeberapa program prioritas Disdik Pora Kabupaten Batang, khususnya bidang Pendidikan SMP/Dikmen. Adapun Program prioritas yang menjadi program kerja diantaranya persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN).

“Dalam rangka kunjungan kerja yang didampingi oleh komisi B, kami telah mengadakan pemantapan kepada sekolah-sekolah di 15 kecamatan, guna mempersiapkan sekolah menghadapi ujian nasional, dan kunci pokok menghadapi persiapan ujian nasional diawali dari pendataan peserta yang valid.”, tuturnya.

Lebih jauh dipaparkan pria kelahiran Kendal, 10 Mei 1963 ini, bahwa kegiatan-kegiatan yang harus diterapkan disekolah diantaranya Pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan efisien, dan seandainya kurang, perlu adanya jam tambahan pelajaran, pagi hari diintensifkan, dan pada sore hari untuk membahas soal.

“Selain itu, untuk menghadapi ujian nasional ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya persiapan mental. Persiapan mental dapat dilakukan melalui do’a sendiri-sendiri maupun do’a bersama atau istighosah. Dan diharapkan, Kepala sekolah harus bisa memotivasi siswa dan orang tuanya, karena selama ini menurut penelitian, anak tidak lulus berawal dari rasa kecemasan”, jelasnya.

Dipaparkan mantan Kasi SLTP ini, bahwa keberhasilan menghadapi UN ditentukan oleh banyak faktor. Selain persiapan mental, juga diperlukan adanya persiapan materi, baik yang dilaksanakan disekolah dalam proses kbm dalam hal ini hubungan antara guru dengan siswa / kualitas pembelajaran, maupun dengan belajar dirumah. Niat, cara belajar dan waktu belajar, semuanya mempengaruhi. Dan waktu paling baik untuk belajar dirumah dilakukan sebelum dan sesudah sholat subuh, dan untuk menghafal rumus-rumus sebaiknya dilakukan sebelum tidur.

“Kemudian tempat belajar, tempat belajar jangan ditempat tidur, belajar dilakukan ditempat yang terang. Dan juga diminta dukungan dari orangtua, mohon untuk adanya dukungan, agar siswa bisa belajar. Diharapkan orang tua atau keluarga bisa menciptakan suasana belajar yang tenang dan menyenangkan, tidak adanya gangguan pada konsentrasi siswa saat belajar dirumah. Insya Allah, apabila semuanya dilakukan bisa berhasil”, imbuhnya.

Masih terkait dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional, pihaknya juga tengah mempersiapkan untuk mengirimkan tenaga guru, guna mengikuti pelatihan dan pendalaman materi soal di Kota Pekalongan. “Kami punya rencana, akan mengirimkan guru melalui MGMP, terutama guru SMP, SMA dan SMK ke kota Pekalongan untuk mengikuti pelatihan dan pendalaman materi soal, karena kota Pekalongan sudah bekerja sama dengan Puspendik Depdiknas (Pusat Penelitian Pendidikan)”, katanya.

Dipaparkan Kabid Pendidikan SMP/Dikmen ini, selain program jangka pendek yang telah dipaparkannya, juga masih ada beberapa program lainnya, diantaranya, program jangka menengah yakni percepatan wajar dikdas dan program jangka panjang untuk mendukung provinsi jateng sebagai provinsi vocasi atau provinsi yang jumlah SMK nya 70 % dan SMA nya 30%.

“Dalam hal ini, selain meningkatkan sekolah-sekolah menengah kaitannya dengan wajardikdas 9 tahun, kami juga ingin menumbuhkembangkan sekolah-sekolah SMK di Kabupaten Batang. Dan diharapkan, tahun 2009-2010 muncul sekolah rintisan berstandar internasional, rencananya SMP Negeri 3 Batang yang masih dalam tahap persiapan, dan yang masih diusulkan SMA Negeri 1 Batang dan SMK Negeri 1 Batang”, jelasnya.

Pihaknya berharap, kaitanya dengan persiapan ujian nasional yang telah mencapai prestasi SMP peringkat 26, SMA Ipa peringkat 17, SMA Ips peringkat 12 dan SMK Peringkat 27, diharapkan untuk semua pihak memberikan motivasi, terutama orang tua, dan guru-guru memberikan pembelajaran dengan didasari rasa ikhlas agar memberikan manfaat kepada anak didik. “Sehingga diharapkan, Kabupaten Batang bisa meningkatkan peringkat dalam perolehan nilai ujian nasional”, pungkasnya. (Trie)

SMP Negeri 1 Batang

Dulu dan Sekarang

SMP Negeri 1 Batang berdiri tahun 1965, terletak di di tepi jalur Pantura pulau Jawa, tepatnya di jalan Jendral Sudirman Batang yang merupakan jalur utama Jakarta - Semarang. Jalan ini dulu dikenal dengan sebutan jalan Daendels, karena menurut catatan sejarah jalan ini dibuat pada masa pendudukan Belanda yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal HW.Daendels. Bangunan sekolah ini juga merupakan peninggalan Belanda, dan sampai sekarang masih tampak asli arsitekturnya, hanya di beberapa bagian sudah direnovasi.

SMP Negeri 1 Batang yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman No. 15 Batang didirikan pada tahun 1958 yang perintis pendirinya oleh Darmo Pranoto. Mula pertama gedung SMP Negeri 1 Batang ini lokasinya menempati gedung bekas SGBN Kabupaten Batang, karena berdirinya SMP Negeri 1 Batang ini merupakan transfer dari SGBN Kabupaten Batang yang berada dikompleks pendopo Kabupaten Batang.

Maka pada tanggal 15 Mei 1960 menerima surat kenegrian dari menteri P&K yang pada waktu itu diwakili oleh Nahar dengan nomor SK :187/SK/B/II. Kepala sekolah yang ditunjuk saat itu Prapto Prawiro Pranoto. Berkisar tahun 1965, SMP Negeri 1 Batang pindah kegedung bekas HIS (gedung yang hingga kini masih dipergunakan), yakni Jl. Jenderal Sudirman No. 15 Batang dengan penambahan lokal-lokal baru, hingga sekarang ini SMP Negeri 1 Batang memiliki 16 lokal untuk ruang kelas, ditambah Ruang Kepala Sekolah, Kantor Tata Usaha, Ruang Guru, Ruang Kelas, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Musholla, Ruang Kesenian/Musik, Perpustakaan, Ruang BP/BK, Ruang UKS, Ruang OSIS & Pramuka, Ruang Penjaga Sekolah, Tempat Parkir Guru, Tempat Parkir Siswa, Kamar Kecil Guru dan Kamar Kecil Siswa.

SMP Negeri 1 Batang sejak keberadaannya telah mengalami beberapa kali pergantian kepala sekolah yang bertanggung jawab tetang persekolahannya, baik dalam tanggung jawab ke dalam (Intra) maupun tanggungjawab ke luar (ekstra). Adapun nama-nama kepala sekolah yang telah memimpin SMP Negeri 1 Batang antara lain Prapto Prawiro Pranoto, Darmo Pranoto, Soewondo, Sri Subroto, Kudonowarso, Yunan Thoha, Sumarno, Suharto, Siti Suprapti, Sarino Mangun Pranoto, Sugito, S.Pd, Sunjoto, S.Pd, Dra. Endang Pujiarti, MM dan kepala sekolah yang hingga kini masih menjabat yakni Setyo Dwi Susyanto, S.Pd.

visi

# UNGGUL DALAM MUTU

# DISIPLIN DALAM TINDAKAN

# SANTUN DALAM PERILAKU