Jumat, 26 Maret 2010

SD CEMPERENG MENANAMKAN BUDI PEKERTI SEJAK DINI


Ada rasa trenyuh, ketika kita masuk dilingkungan SD Cempereng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Pasalnya, pertama kali masuk gerbang sekolah, hampir keseluruhan murid, mengucapkan salam, dan salim (cium tangan), kepada setiap tamu yang datang.
Hal ini di dukung dengan penjelasan Suprapti, S.Pd, selaku kepala sekolah.
“Kita memang melakukan pembiasaan kepada siswa, dengan penanaman budi pekerti, kepada siswa, sedini mungkin. Dengan tujuan, membentuk siswa yang mempunyai kepribadian yang baik, serta berakhlakul kharimah”, tuturnya.
Mengenai persiapan mengadapi ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) nanti, menurut Suprapti, pihaknya sudah melaksanakan berbagai persiapan.
“Persiapan sudah dilaksanakan sejak januari, dan yang sudah kita laksanakan diantaranya, memberikan tambahan belajar, yang dilaksanakan setiap hari senin sampai kamis, dari jam 1 sampai 2.30, untuk mata pelajaran yang diujikan, kemudian memberikan motivasi kepada orang tua murid, dengan maksud, agar masyarakat ikut mengawasi, karena kita membentuk kelompok belajar, dan kita titipkan kepada orang tua sebagai pengawas, disamping ada pantauan dari kita (guru-red), dan tak lepas pembahasaan materi lewat buku-buku khusus, dan dari dinas juga dilakukan Try Out”, jelasnya.
Menghadapi ujian nanti, pihaknya optimis, dan menerapkan kepada jajarannya, untuk kerja keras dan tidak boleh duduk manis, demi keberhasilan prestasi anak didiknya. Namun yang menjadi kendala selama ini, dituturkan kepala sekolah, bahwa dengan adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah), pengertian masyarakat, telah menggratiskan segala kegiatan sekolah. Dan pihaknya berharap, untuk pihak yang terkait, untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.
“Setiap ada kegiatan, banyak SD yang tombok, di mohon Dewan pendidikan untuk ikut ngasih masukan ke dinas, bagaimana solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan ini”, pungkasnya.
Perlu diketahui, sekolah dengan total murid 227 siswa ini, untuk ukuran prestasi tergolong cukup lumayan, diantaranya, pernah menjuarai Mapsi tingkat kabupaten tahun 2005, dan dikirim ke tingkat provinsi hingga masuk 10 besar, kemudian volly peringkat 4 kecamatan, lompat jauh juara I tingkat kecamatan, porseni tari juga juara tingkat kecamatan, dan untuk lomba cerdas cermat tingkat kecamatan masuk 5 besar. (Tim)

POLRESTA BATANG SOSIALISASI LANTAS UNTUK ANAK USIA DINI


Ada yang tak biasa terjadi dihalaman POLRESTA Batang, yang saat itu dalam keadaan ramai. Bukan karena adanya operasi tata tertib berlalu lintas, maupun adanya demo yang biasa terjadi di kabupaten tercinta ini. Tetapi, keramaian terjadi karena anak-anak TK atau Sekolah taman kanak-kanak dari tujuh sekolah di kota Batang, berkumpul bersama gurunya di depan halaman Polres Batang, untuk mengikuti kegiatan pengenalan tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas, yag diselenggarakan pihak Polres.
Acara yang di hanya di ikuti anak-anak ini, langsung dipimpin oleh Kasat Lantas Polresta Batang, AKP. Heru Purnomo, dengan harapan memberikan citra positif pilisi sebagai sahabat anak Indonesia. “Kami mencoba memberikan pemahaman dan pengertian pada anak-anak, akan tugas dan fungsi polisi di masyarakat. Diharapkan pada perkembangannya nanti, anak-anak menjadi warga masyarakat yang dapat menjadi contoh dan tertib berlalu lintas, untuk itulah perlunya pengenalan dan pendidikan di usia dini bagi anak-anak sekolah di tingkat taman-kanak yang mana masih bersih dari perilaku dan sikap yang kurang terpuji”, tuturnya.
Barang kali yang terpenting lagi adalah adanya upaya untuk memasukan program-program kepolisian dan hal yang terkait didalamnya, ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya terbatas pada kegiatan extrakurikuler PKS atau Patroli Keamanan Sekolah saja. ”Kita mencoba untuk merangkul pemerintah, dalam hal ini Dinas pendidikan, agar untuk kedepannya, program dari kepolisian ini, bisa diikutkan dalam kurikulum sekolah”, imbuhnya.
Adapun pihaknya berharap, untuk masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas. ”kami menghimbau, agar masyarakat peduli dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, dan memakai kelengkapan berkendara yang aman, dengan tidak arogan, karena hal ini berkaitan dengan mengutamakan keselamatan diri sendiri. Karena berdasar data angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas, kini jumlahnya telah melebihi korban perang di dunia”, tutur Heru, diselingi canda. (Tim)





SD NEGERI CEPAGAN 01 WARUNGASEM PELESTARIAN SEKOLAH CAGAR BUDAYA INDONESIA


Kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari peradaban yang dimilikinya. Penghargaan yang tinggi akan nilai sejarah dan budaya yang dimilikinya akan membentuk karakter dan citra manusia yang ada dalam suatu bangsa. Salah satunya adalah penghargaan terhadap peninggalan dan tempat yang bersejarah dalam proses pembentukan Negara terutama bidang pendidikan. Kalau kita serius mau menata dan melestarikan segala bentuk dan unsur pendukung budaya, serta sejarah yang ada didalamnya, berarti kita juga mau menjadi manusia yang beradab.
Di desa cepagan kecamatan Warungasem Batang, telah berdiri bangunan yang sangat bersejarah dan monumental sejak tahun 1925 M, atau sebelum jaman kemerdekaan berupa sekolah dasar yang hingga kini masih terjaga dan unik adanya. Sejak berdiri hingga sekarang, hampir sebagian besar sarana dan prasarana pembelajaran dan gedung yang di gunakan sangat terjaga dan terawat keaslianya.
Sekolah Dasar Negeri Cepagan 01 Warungasem Batang yang berdiri sejak jaman perjuangan ini memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik dan mempersiapakan kader-kader bangsa yang terdidik dan pandai dalam memperjuangkan kemerdekaan yang sekaligus megisinya. Sebagai sekolah dasar yang mempunyai nilai sejarah SD Negeri Cepagan 01 selayaknya ditetapkan sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilindungi dan di lestarikan.
“Kami merencanakan, bangunan utama yang ada akan kami pertahankan sampai kapanpun selama bumi pertiwi ini masih ada, yang arahnya kedepan akan kami gunakan untuk ruang pendidikan dan sekaligus sebagai ruang pertemuan serbaguna KKG” jelas Supri Irianto . S.Pd, selaku kepala sekolah SD Negeri Cepagan 01 Warungasem Batang.
Sekalipun dengan gedung sekolah yang tua, tak berarti pencapaian prestasi sekolah baik akademik maupun non akademik juga ketinggalan dengan sekolah lainya. Hal ini terbukti dengan diraihnya berbagai penghargaan yang telah di dapat, diantaranya adalah juara pada bidang seni dan olah raga seperti juara Drum band dan Karawitan, yang selama ini sudah di dukung alat-alat gamelan yang lengkap disekolah, dan pernah menjuarai lomba tidak hanya pada tingkat kabupaten semata tetapi juga hingga pada tingkat propinsi jawa tengah.
“Kami semua punya komitmen, disamping untuk berprestasi yang juga sekaligus berupaya untuk melestarikan nilai-nilai pendidikan yang masih perlu di tanamkan pada peserta didik kami sebagai bentuk pemahaman nilai-nilai budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa “ ujar Supri Irianto.
Untuk itu, lanjut supriyanto, seyogyanya pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan dapat merespon niat baik sekolah, sebagai penjaga budaya bangsa, dengan tujuan sebagai warisan budaya bagi anak cucu, dengan tidak membiarkan tangan-tangan jahil untuk merusak dam memanfaatkan asset bangsa demi kepentingan pribadi, pungkasnya. (TIM)

GURU ATAU KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI LAYAK MENDAPAT TEMPAT YANG STRATEGIS


Bukan maksud untuk membuat rasa iri kepada teman-teman guru atau kepala sekolah yang belum memiliki posisi atau tempat strategis, namun, hal ini diterapkan, justru untuk “memancing” rekan-rekan guru maupun kepala sekolah, untuk bisa terpacu untuk lebih berkreasi, berinovasi, yang akhirnya akan mendapat prestasi.
Itulah gambaran yang diterapkan Kepala Cabang Dinas Kecamatan Bawang untuk merangsang dan memacu dunia pendidikan, khususnya bagi guru–guru yang ada di Kecamatan Bawang.
“Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Bawang, kami tidak muluk-muluk. Yang kami tekankan adalah menggalakan KKG, guru kelas dan guru agama, yang di masing-masing kegiatan ada wadahnya sendiri-sendiri. Jadi yang lebih penting, kita berdayakan seluruh elemen yang ada, sesuai dengan tupoksinya”, tutur Kepala Cabang Dinas Kecamatan Bawang, mengawali perbincangan dengan tim liputan Jurnal Pendidikan, Muhajir yang didampingi Sunarno Prihatmojo, S.Pd, kepala SD Negeri Pangempon, di sela-sela acara Pesta Siaga beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Muhajir mengatakan, bahwa untuk mengantisipasi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), pihaknya telah melakukan persiapan. ”Untuk mengantisipasi UASBN, kami menghimbau kepada para kepala SD agar melakukan berbagai langkah, yang diantaranya, untuk melakukan penambahan jam pelajaran sore hari, dan bagi anak sekolah yang rumahnya jauh dan terhambat trasportasinya, pihak sekolah harus membantu uang trasport sesuai dengan kemampuan sekolah”, katanya.
Untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan ini, lanjut Muhajir, tentunya juga tidak lepas dari adanya peran serta pegawas. “Pengawas harus menguasai tekhnis dan diharapkan bisa kreatif, dan berinisiatif, bahkan setiap tiga bulan sekali, kami minta pertanggungjawaban kepada pengawas, jadi kita tidak pernah mengkibiri pengawas”, imbuhnya.
Pihaknya berharap, agar guru di jajarannya khususnya, dan di Kabupaten Batang pada umumnya, untuk berlomba-lomba dalam hal mencapai prestasi. “Harapan saya, bagi guru yang sudah di tatar oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP, hendaknya di tularkan atau disalurkan kepada guru- guru yang lain, karena, untuk meraih prestasi tidak mungkin bisa di capai sendiri, kebersamaan adalah kuncinya. Untuk itu, marilah berlomba–lomba mencapai prestasi, demi suksesnya peningkatan mutu pendidikan. Karena bagi kepala sekolah atau guru yang berprestasi di Kecamatan Bawang ini, akan kami kasih tempat yang strategis”, tuturnya mantap. (TIM)

MTs Sunan Kalijaga Bawang KOMITMEN PERTAHANKAN PRESTASI


Prestasi yang selama ini telah diraih, takkan begitu saja dilepaskan. Inilah yang diungkapkan kepala MTs. Sunan Kalijaga Bawang, Sumono Edi, S.Pd.I, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan, yang bertandang diruang kerjanya, beberapa waktu lalu. “Kita telah komitmen untuk tetap mempertahankan kualitas. Alhamdulillah, sejak tahun 1970 berdirinya madrasah ini, sampai dengan tahun ajaran 2006/2007 telah meluluskan 37 kali, dan dengan sistem Ujian Nasional yang semakin kompleks dan berubah-ubah mulai dari tahun ajaran 2001/2002 sampai dengan tahun pelajaran 2006/2007, sekolah kita mendapatkan prosentase kelulusan 99,9 %. Dan kita optimis untuk bisa menaikkan kembali angka prosentase itu, atau minimal mempertahankan”, tuturnya.
Menurutnya, berdasar prestasi madrasah yang dipimpinnya ini, animo masyarakat kepada sekolahnya, semakin meningkat tajam. Bahkan tiap tahunnya selalu menolak siswa. “Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kita semakin tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan, prestasi yang telah diukir anak-anak didik kita. Dan tentunya, itu semua tak lepas dari profesionalisme dalam bekerja rekan-rekan guru. Dan kendati 1 lokal sudah diisi 48 hingga 50 anak, itupun masih menolak, karena madrasah kita menjadi pilihan utama masyarakat kecamatan Bawang dan sekitarnya. Dan saat ini, total siswa di madrasah kita mencapai 570 anak”, tuturnya bangga.
Diakui kepala sekolah yang di percaya memimpin madrasah ini sejak tahun 1999, bahwa kemajuan disekolahnya juga meningkat sangat drastis. Diantaranya, jumlah gedung yang dulunya hanya 11, sekarang menjadi 21, didukung dengan sarana dan prasarana yang sudah komplit. “Fasilitas yang tersedia di antaranya, laboratorium komputer, perpustakaan, peralatan seni marching band, studio mini (penyiaran dan musik), peralatan band, mesin jahit, sarana olah raga, koperasi siswa, alat pembelajaran, audio visual, musholla. Dan untuk studio mini, dengan maksud untuk mengembangkan bakat tiap siswa diantaranya, menyanyi, qiro'at, pidato dan wawancara, atau menjadi pembawa acara”, jelasnya.
Perlu diketahui, Sekolah yang beralamat di Jl. Sunan Kalijaga Blok II Bawang ini, telah Terakreditasi B dengan Nomor SK : KW. 114/4/PP.032/360/2006. Serta mengusung Visi sebagai madrasah yang menyiapkan dan mewujudkan insan berkualitas, berakhlakul karimah, dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan Misi : Menyelenggarakan pendidikan agama dan umum yang berkualitas baik, serta Mencetak generasi muda yang cerdas, terampil dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. (tim)

MTs NU Al-Syairiyah Limpung BERBASIS PESANTREN

Keberadaan MTs NU Al- Syairiyah Limpung yang beralamat didesa Plumbon kecamatan limpung ini, sejak berdiri hingga sekarang, telah melakukan berbagai trobosan guna kemajuan sekolah.
Dengan jumlah siswa sebanyak 270 anak yang terbagi dalam 6 rombongan belajar, madrasah ini telah mengukir beberapa prestasi yang menggermbirakan. Keberhasilan itu, tentunya berkat dukungan dan bimbingan 22 tenaga pendidik, serta didukung adanya sarana prasarana yang ada. Demikian mengawali pembicaraan tim jurnal pendidikan dengan Kepala sekolah MTs NU Al-Syairiyah, Ahmad Makhalis S.Pd, di ruang kerjannya, beberapa waktu lalu.
“Selama ini, kami selalu bekerja sama dan selalu bermusyawarah, dengan tokoh masyarakat, karena tanpa kebersamaan, segala sesuatunya tidak akan berhasil, termasuk mengenai prestasi yang diraih selama ini. Kami merasa bangga terhadap potensi anak-anak, yang telah mampu mengukir prestasi, yang diantaranya sebagai juara I dan II, MTQ tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Batang pada tahun 2007, termasuk juga juara I Tafidul Qur’an pada tahun yang sama”, tuturnya bangga.
Untuk mengantisipasi UAN, terang Pak Makhalis yang didampingi Drs H. Agus Musafak yang juga ketua yayasan, pihaknya melakukan pengayaan materi, try out 6 kali, istighosah, dan setiap malam minggu dilakukan Mujahadah hingga Sholat Subuh “Hal ini dilakukan, karena kita telah komitmen, untuk mewujudkan prosentase kelulusan, minimal 90 %”, katanya.
Selain itu, atas nama yayasan, Drs H. Agus Musafak mengatakan, kedepan, pihaknya akan memprogramkan peningkatan SDM, sekaligus kurikulum pesantren, yang intinya penguasaan ilmu fikih, imbuh H. Agus Musafak. (tim)

MTs, Hasyim Asyari Bawang YANG MUDA YANG BERPRESTASI


Kendati tergolong baru dan masih muda, MTs Hasyim Asyari yang beralamat di Desa Wonosari Kecamatan Bawang ini, bisa menunjukan kemampuannya. Sekolah yang beriri tahun 1994 ini, mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat, yang telah memberikan kepercayaannya, kepada madrasah ini. Di jumpai diruangannya, Kepala Madrasah, Drs. Supriyanto, melalui Wakasek Humas, H. M Syukron Machfudz, S.PdI, membenarkan hal tersebut. “Memang kita tergolong masih muda, namun untuk prestasi, kita selalu peringkat 10 besar MTs Se- Kabupaten Batang untuk hasil UN mulai dari tahun 1997”, tuturnya bangga.
Lebih lanjut, H. Syukron mengatakan, bahwa pihaknya selalu mengutamakan kualitas, hal ini yang menjadikan madrasah yang masih tergolong muda ini, bisa diterima masyarakat. “Selama 4 tahun terakhir ini, ada perkembangan yang cukup signifikan. Tercatat dalam penerimaan siswa baru, madrasah kita selalu menerima murid lebih dari 100 anak. Kendati sekolah baru, animo masyarakat bagus, karena kita mengutamakan kualitas. Dan hal ini berkaitan dengan semangat tenaga pendidik untuk meningkatkan profesionalismenya dalam bekerja. Dan saat ini, sudah ada 6 Sekolah Dasar yang kita rangkul, dan telah memberikan kepercayaan pada kita, hingga 90% lulusannya masuk ke madrasah kita”, tuturnya bangga.
Madrasah dengan status akreditasi B, dan total siswa 278 anak ini, berkomitmen untuk memenuhi keinginan masyarakat, dalam menerapkan pendidikan keagamaan, sesuai kebutuhan masyarakat, dan juga tak lepas dari materi umum, dan ilmu pengetahuan tekhnologi. “Janji kami, mereka (lulusan-red), bisa menerapkannya dimasyarakat, karena selama ini, pendidikan keagamaan kita tekan, dengan tanpa mengurangi materi umum, dan saat ini, kami sedang merintis laboratorium komputer, guna mengimbangi tuntutan perkembangan jaman. Hal ini sesuai dengan visi madrasah, untuk menuju generasi islam yang berkualitas dan berakhlakul kharimah”, jelasnya.
Diakui H. Syukron, bahwa pihaknya merasa, saat ini perhatian dari pemerintah kepada sekolah swasta sudah dapat dirasakan. “Yang jelas, pemerintah saat ini sudah perhatian kepada madrasah. Dan tanpa mengurangi usaha dari madrasah itu sendiri, bahkan, saat ini, kami tengah mempersiapkan lokal kelas baru, untuk antisipasi penerimaan siswa baru”, pungkasnya. (Tim)