Rabu, 24 Maret 2010

SMP 1 TERSONO LAKUKAN HOME VISIT UNTUK PENDEKATAN SISWA


Kendala dari tahun ketahun adalah kesadaran moral. Anak-anak kurang disiplin, sering membolos dan nakal. Penyebabnya, tidak ada perhatian dari orang tua, rata-rata mereka broken home, dan orang tua pergi ke Luar Negeri, sehingga anak-anak tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Demikian yang disampaikan Drs. Mulyono, Kepala SMP Negeri 1 Tersono, kepada Tim Liputan JPBB beberapa waktu lalu.
Mengatasi hal itu, pihak sekolah mengambil tindakan dengan cara mengundang orang tua maupun wali murid, untuk diajak musyawarah. “rata-rata permasalahannya adalah keluarga yang broken home, dan kita mengambil tindakan kepada siswa dengan cara terapi, serta Home visit secara pribadi. Dan langkah yang kita ambil ada hasilnya, tutur Mulyono.
Sekolah dengan 405 siswa ini, untuk prestasi non akademiknya terhitung lumayan. Bahkan ada yang sampai mewakili Kabupaten Batang ke tingkat Provinsi. Namun sekolah yang terletak di pusat Kecamatan ini mengaku, untuk sarana prasarana sekolah belum lengkap. Dikarenakan partisipasi dan kepedulian orang tua kepada dunia pendidikan kurang. “Untuk sarpras belum optimal, ini dikarenakan kendala ekonomi di Kecamatan Tersono. Biaya pengembangan sekolah yang ditawarkan dengan nominal 10.000 / siswa saja, banyak orang tua yang tidak mampu” jelasnya.
“Diharapkan sering adanya kunjungan dari Pemerintah Daerah untuk mengadakan komunikasi kepada warga sekolah, agar masyarakat tahu akan arti penting sebuah pendidikan bagi anak-anaknya. Dan bantuan untuk pengembangan mutu, jangan disalurkan ke sekolah yang sudah bagus saja, tapi juga untuk sekolah yang masih dibawah standart, agar bisa maju dan sejajar dengan sekolah yang lain, sehingga kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Batang bisa merata”, harapnya. (Tim)

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum wr.wb. ...Selamat pagi pak kepala sekolah : Memang langkah pertama mengatasi murid yang nakal/selalu melanggar peraturan sekolahan perlu di panggil orang tua siswa akan tetapi jikalausudah di panggil o rang tuanya tidak mauberubah juga kelakuan si murid, menurut kami untuk mengatasi masalah itu murid yang melanggar peraturan harus ditindak tegas supaya buat contoh/pembelajaran temen-temen yang lain....mungkin tidak naik kelas /di keluarkan dari sekolahan apabila perlu. itu menurut kami : "SUBANDI" ALUMNI SMPN I TERSONO BATANG '95'...OHYA BILA BERKENAN KAMI NITIP SALAM BUAT GURU OLAH RAGA KAMI BAPAK SAMARI berkat bimbingan beliau kami dijakrta kami bisa meraih gelar juara satu terus hampir setiap tahun setiap lomba tennis meja/pingpong, SEMOGA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT AMIIN....KAMI SEKARANG DI JAKARTA BEKERJA DI LEMBAGA TINGGI NEGARA...PNS LEMHANNAS RI...wa'alaikum salam wr.wb

    BalasHapus