Kamis, 25 Maret 2010

SMP NEGERI 1 BLADO RANGSANG SISWA YANG LULUS MASUK RANGKING DENGAN BONUS TAMASYA


Banyak sekali cara untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan, salah satunya yang dilakukan oleh SMP Negeri 1 Blado, dengan memberikan rangsangan bonus bertamsya, bagi siswa yang lulus dan masuk rangking. Hal ini yang dituturkan H.M Sundjojo, M.Pd, selaku Kepala Sekolah, kepada Tim Liputan Jurnal Pendidikan Batang Berkembang beberapa waktu lalu.
”Persiapan menghadapi ujian nanti, kita sudah antisipasi dengan tambah jam pelajaran 4 mapel sampai 27 maret yang akan datang, kemudian pendalaman materi soal, Guru yang mengajar 4 mapel juga diberi motivasi, latihan privat, terutama mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, dan mencari soal-soal dari sekolah-sekolah yang unggul, serta siswa yang lulus masuk rangking kita rangsang dengan bonus tamasya”, tuturnya.
Menurutnya, dengan metode seperti ini, yang sudah dilakukan ditahun-tahun sebelumnya, membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.”Faktor kelulusan semakin meningkat, untuk tahun kemarin mencapai prosentase 98%, dan kita juga selalu memotivasi anak untuk giat belajar, lebih baik mandi keringat dalam latihan, daripada mandi darah pada saat pertempuran, dengan maksud, kita lebih baik giat dalam belajar, diserta hati yang bersemangat dan sunggguh-sungguh, serta mengurangi bermain, tapi kalau tidak latihan atau belajar bisa mandi darah yang berarti gagal”, imbuhnya.
Sekolah yang berdiri tahun 1983 dan sudah terakreditasi A ini mengaku, untuk sarana prasarana penunjang pembelajarannya sudah cukup. ”Untuk sarana prasarana cukup, tapi kalau untuk memenuhi standar memang belum lengkap. Terutama untuk laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan ruang ketrampilan, semuanya belum ada, atau belum standar, tapi kalau alat-alatnya sudah ada. Dan saat ini, laboratorium Ipa sudah rusak, dan kami sudah mengajukan rehab tapi belum terealisasi. Hal ini ditambah dengan usia bangunan yang sudah saatnya untuk direhab, karena sudah banyak yang rapuh, saat ini sudah dibenahi mipil”, katanya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinya sangat bagus. ”pengurus komite melek pendidikan, anggotanya juga orang-orang yang mengerti dan senang pendidikan, sehingga keberadaan komite sangat membantu sekali kepada sekolah, dan kita berharap adanya perhatian khusus pemenuhan sarana prasarana dari Pemda, karena selama ini masih sebagian besar dari provinsi dan komite”, tuturnya.
Kepala sekolah mengaku, untuk sekolah dengan 530 siswa yang dipimpinnya ini, untuk prestasi akademik masih sedang-sedang saja, namun dirinya bangga, masih ada prestasi yang menonjol di bidang ekstra, yakni pernah menjadi juara umum tingkat Kabupaten lomba patroli PKS, atletik putra, dan juga olah raga voly yang menonjol, bahkan pernah menjuarai tingkat Kabupaten dan mewakili ke tingkat karesidenan. (TIM)

1 komentar:

  1. mengapa perpustakaan tidak d sebutkan?

    pdahal perpustakaan juga salah satu sarana pembelajaran siswa

    apakah fasilitas perpustakaan sudah terpenuhi??

    BalasHapus